WEDA — Dody Soehendry Saputra bertugas di bagian dek dengan jabatan AB (1). Menurut dokumen laporan awal kejadian bernomor D-10/SOF/JHONLN002/26 yang diterima redaksi, korban terakhir diketahui berada di main deck saat melakukan pemeriksaan atau sounding tangki ballast pada 26 Oktober 2026, sekitar pukul 08.00–09.00 WIT.
Waktu terakhir Dody terlihat dicatat sekitar pukul 09.30 WIT. Laporan kehilangan kepada nakhoda baru disampaikan sekitar pukul 17.00 WIT pada hari yang sama — jeda sekitar tujuh setengah jam sejak kontak visual terakhir.
Pencarian di Dalam Kapal dan Rekaman CCTV
Setelah menerima laporan, nakhoda bersama awak kapal melakukan pemeriksaan dan pencarian di sejumlah bagian kapal. Area yang disisir mencakup kabin awak, ruang akomodasi, area kerja, geladak, serta ruang mesin yang dapat diakses dengan aman.
Akses dan gangway juga diperiksa, termasuk penelusuran rekaman CCTV apabila tersedia. Hingga laporan awal ini disusun, keberadaan Dody belum diketahui.
Kapal Berpindah ke Jetty IWIP
Informasi mengenai perpindahan MV Jhonlin 002 dari lokasi awal kejadian menuju Jetty IWIP menjadi sorotan tersendiri. Perpindahan itu memunculkan pertanyaan soal prosedur penanganan orang hilang di atas kapal, terutama terkait kecepatan pelaporan dan langkah yang diambil sebelum kapal bergeser.
Dalam kasus orang hilang di laut, lokasi terakhir kapal menjadi titik acuan utama operasi pencarian dan penyelamatan. Pergeseran posisi kapal berpotensi mempersulit penentuan area pencarian jika tidak dibarengi pencatatan koordinat yang rapi.
Prosedur Darurat yang Dipertanyakan
Jeda antara kontak visual terakhir dan laporan resmi ke nakhoda menjadi salah satu titik yang perlu dijelaskan. Awak kapal umumnya terikat prosedur keselamatan kerja yang mengatur pelaporan cepat begitu ada anggota kru tidak ditemukan di posnya.
Pemeriksaan menyeluruh di dalam kapal memang langkah pertama yang wajar. Namun keputusan menggerakkan kapal ke Jetty IWIP sebelum ada kejelasan status korban memerlukan penjelasan tersendiri dari pihak perusahaan pelayaran.
Menunggu Keterangan Perusahaan dan Otoritas Pelabuhan
PT Jhonlin Marine Trans belum memberikan keterangan resmi yang dirinci dalam laporan awal ini. Begitu pula otoritas pelabuhan dan pihak terkait di Maluku Utara, yang belum merilis perkembangan operasi pencarian.
Keluarga Dody masih menunggu kepastian. Informasi soal koordinat terakhir kapal, kronologi lengkap, dan hasil penelusuran CCTV menjadi tiga hal yang paling dinantikan untuk menjelaskan hilangnya ABK asal Indonesia tersebut.