Pencarian

Gubernur Maluku Bacakan Sambutan Menpora di Upacara Sumpah Pemuda ke-98, 3 Pesan untuk Generasi Muda

Rabu, 28 Oktober 2026 • 14:31:31 WIB
Gubernur Maluku Bacakan Sambutan Menpora di Upacara Sumpah Pemuda ke-98, 3 Pesan untuk Generasi Muda
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa membacakan sambutan Menpora pada upacara Sumpah Pemuda ke-98 di halaman Kantor Gubernur Maluku, Rabu (28/10/2026).

AMBON — Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 di Provinsi Maluku berlangsung di halaman Kantor Gubernur Maluku, Rabu (28/10/2026). Gubernur Hendrik Lewerissa bertindak sebagai pembina upacara dan membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir di hadapan peserta upacara.

Tema yang diangkat tahun ini, "Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia", menekankan tiga sisi karakter yang dinilai perlu tumbuh pada generasi muda: semangat kebangsaan, ketangguhan menghadapi kesulitan, dan kepedulian terhadap sesama.

Tiga Makna di Balik Tema Sumpah Pemuda 2026

Dalam sambutan yang dibacakan Gubernur, Menpora menjabarkan tiga kata kunci tema tersebut satu per satu. Patriotik dimaknai sebagai mencintai Indonesia melalui pengabdian dan tindakan nyata, bukan sekadar simbol.

Gigih berarti tidak menyerah saat menghadapi kesulitan maupun kegagalan. Sementara berempati diartikan sebagai kepekaan terhadap kesulitan yang dialami orang lain.

Menpora juga menegaskan bahwa kemajuan Indonesia tidak cukup diukur dari pembangunan fisik, kecanggihan teknologi, atau kekayaan. Kualitas manusia, karakter, dan kepedulian sosial menjadi ukuran yang sama pentingnya.

"Kita harus membentuk generasi masa depan yang patriotik, gigih, dan berempati," demikian kutipan sambutan Menpora yang dibacakan Gubernur Maluku.

Pesan agar Patriotisme Tidak Kehilangan Nurani

Menpora mengingatkan bahwa semangat patriotisme dan kegigihan harus berjalan seiring nilai-nilai kemanusiaan. Keduanya tidak boleh berdiri sendiri.

"Sebab patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya," demikian pesan Menpora.

Kepada generasi muda, Menpora berpesan agar berani bermimpi, bekerja keras, dan mengembangkan kemampuan. Kontribusi bagi bangsa, menurutnya, tidak boleh membuat pemuda kehilangan kepedulian terhadap sesama.

"Jadilah generasi yang berani memimpin, tetapi juga bersedia melayani. Generasi yang mampu berdiri tegak untuk bangsanya, sekaligus mengulurkan tangan kepada sesamanya," pesannya.

Penghargaan untuk Pelajar dan Mahasiswa Berprestasi

Di akhir upacara, Gubernur Hendrik Lewerissa menyerahkan penghargaan kepemudaan kepada perwakilan siswa dan mahasiswa berprestasi. Penghargaan diberikan sebagai apresiasi atas capaian generasi muda di Maluku.

Pemberian penghargaan diharapkan mendorong pemuda di Maluku terus mengembangkan potensi dan meningkatkan prestasi. Kontribusi positif bagi pembangunan daerah maupun bangsa menjadi arah yang ingin didorong lewat apresiasi tersebut.

Upacara di Ambon itu dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku, para Asisten Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemprov Maluku, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah provinsi.

Menutup sambutannya, Menpora mengajak seluruh elemen bangsa membangun generasi muda yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati dalam kemanusiaan. Masa depan bangsa, katanya, bukan sesuatu yang tinggal dihadapi, melainkan harus dibangun bersama sejak sekarang.

Follow kabartual.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: wartamaluku.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks