Pencarian

Kepala BRIN Sebut Limbah Sawit Indonesia Bisa Jadi Listrik 3,9 GW

Rabu, 28 Oktober 2026 • 12:04:01 WIB
Kepala BRIN Sebut Limbah Sawit Indonesia Bisa Jadi Listrik 3,9 GW
Kepala BRIN Arif Satria menyampaikan potensi limbah cair sawit menjadi listrik hingga 3,9 gigawatt usai bertemu Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta.

MALUKU — Kepala BRIN Arif Satria menyatakan limbah cair sawit atau POME di Indonesia berpotensi dikonversi menjadi listrik hingga 3,9 gigawatt. Potensi itu disampaikan Arif usai bertemu Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (27/10). BRIN juga memperkenalkan teknologi Metal-Organic Framework untuk menyerap gas dari limbah sawit.

Badan Riset dan Inovasi Nasional menaksir volume limbah cair POME mencapai 229,9 juta meter kubik per tahun. Sementara tandan buah segar sawit yang dihasilkan Indonesia sekitar 328,43 juta ton per tahun.

Angka itu membuat limbah sawit dinilai layak masuk hitungan bauran energi nasional. Arif menyebut pengolahan POME penting bukan hanya untuk listrik, tetapi juga untuk menekan emisi gas metana yang berkontribusi pada efek rumah kaca.

Dari Limbah Cair ke Gas Tabung

BRIN memperkenalkan teknologi Metal-Organic Framework (MOF) dalam pertemuan dengan Presiden. Material itu disebut mampu menyimpan gas dalam jumlah lebih besar dibanding metode konvensional.

Arif mengaitkan teknologi tersebut dengan beban impor LPG yang mencapai sekitar Rp 97 triliun per tahun. Biogas hasil konversi limbah sawit diharapkan menjadi salah satu sumber energi alternatif domestik.

"Jadi kami tadi sudah menyampaikan, mengenalkan teknologi baru Metal-Organic Framework, MOF, yang itu bisa-material yang bisa menyimpan gas dalam jumlah yang lebih besar lagi," kata Arif di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (27/10).

Vaksin Malaria Diminta Dipercepat

Dalam pertemuan yang sama, Prabowo menginstruksikan percepatan riset vaksin malaria. Arif menargetkan hasil riset bisa keluar tiga tahun lebih cepat dari jadwal semula.

"Pak Presiden minta agar proses riset terkait dengan vaksin ini dipercepat," ujar Arif. Ia menyebut dukungan penuh pemerintah akan diarahkan ke produksi vaksin malaria.

Prediksi Karhutla Tiga hingga Enam Bulan ke Depan

BRIN juga memperkuat riset model perambatan api untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan. Arif menyebut kemampuan memprediksi kondisi tiga hingga enam bulan ke depan menjadi kunci pencegahan.

"Sehingga kita punya kemampuan apa yang akan terjadi 3 bulan, 6 bulan di kemudian hari terkait dengan karhutla ini," kata Arif.

Bagi pelaku industri energi dan sawit, sinyal dari BRIN membuka peluang kemitraan pengolahan POME menjadi biogas maupun listrik. Skema itu menuntut kesiapan teknologi penyimpanan gas dan jaringan distribusi di daerah sentra sawit seperti Riau, Kalimantan, dan Sumatera Utara.

Follow kabartual.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks