Pencarian

5 Motor Listrik di Indonesia dengan Konsumsi Energi Paling Rendah

Jumat, 16 Oktober 2026 • 14:34:01 WIB
5 Motor Listrik di Indonesia dengan Konsumsi Energi Paling Rendah
VinFast Evo mencatat estimasi konsumsi energi sekitar 17,6 Wh per kilometer dengan baterai 1,5 kWh.

MALUKU — VinFast Evo mencatat estimasi konsumsi energi terendah di antara lima motor listrik yang dipasarkan di Indonesia, yakni sekitar 17,6 Wh per kilometer. Angka itu dihitung dari kapasitas baterai 1,5 kWh dengan klaim jarak tempuh 85 kilometer dalam sekali pengisian. Perbandingan kapasitas baterai dan jarak tempuh kelima model ini memberi gambaran awal biaya listrik harian bagi calon pembeli.

Hasilnya bukan angka uji laboratorium dengan metode seragam. Ini estimasi awal yang bisa dipakai konsumen memperkirakan tagihan listrik bulanan sebelum memutuskan membeli.

VinFast Evo, Paling Efisien dengan Baterai 1,5 kWh

VinFast Evo memakai baterai berkapasitas sekitar 1,5 kWh. Dengan klaim jarak tempuh hingga 85 kilometer untuk konfigurasi satu baterai, konsumsi energinya sekitar 17,6 Wh per kilometer.

Angka itu menjadikan Evo yang paling efisien di daftar ini. Selisihnya cukup jauh dari model berikutnya, sekitar 5 Wh per kilometer.

Polytron Fox 200 dan Baterai 1,94 kWh

Polytron Fox 200 dibekali baterai 1,94 kWh. Klaim jarak tempuhnya juga 85 kilometer, sehingga estimasi konsumsi energi mencapai sekitar 22,8 Wh per kilometer.

Dengan jarak tempuh yang sama tapi baterai lebih besar, Fox 200 butuh daya lebih banyak per kilometer dibanding Evo.

ALVA N3 Next Gen Pakai Dua Baterai 3,3 kWh

ALVA N3 Next Gen mengandalkan dua baterai dengan total kapasitas sekitar 3,3 kWh. Produsen mengklaim jarak tempuhnya mencapai 140 kilometer.

Dari kedua angka itu, estimasi konsumsi energinya berada di kisaran 23,6 Wh per kilometer. Model ini menawarkan jarak tempuh terjauh kedua di daftar.

United MX1200 Li, Baterai Terbesar 4,32 kWh

United MX1200 Li menawarkan baterai berkapasitas nominal sekitar 4,32 kWh. Klaim jarak tempuhnya hingga 180 kilometer, yang merupakan angka tertinggi di antara kelima model.

Perhitungan dari kedua angka tersebut menghasilkan estimasi konsumsi energi sekitar 24 Wh per kilometer. Baterai besar memang menopang jarak tempuh panjang, tapi konsumsi energinya tidak otomatis paling rendah.

Honda ICON e: dengan Baterai 1,47 kWh

Honda ICON e: memiliki baterai berkapasitas sekitar 1,47 kWh, yang terkecil di daftar ini. Jarak tempuh yang diklaim mencapai 53 kilometer.

Perhitungan sederhananya menghasilkan estimasi konsumsi energi sekitar 27,7 Wh per kilometer, tertinggi di antara kelima model.

Faktor yang Mengubah Konsumsi Energi Aktual

Angka Wh per kilometer di atas hanya estimasi berbasis data publikasi produsen, bukan hasil pengujian langsung dengan metode seragam. Konsumsi daya sebenarnya bisa berubah cukup signifikan di jalan.

Beberapa faktor yang mempengaruhinya:

  • Kecepatan berkendara — makin kencang, makin boros daya
  • Bobot pengendara dan barang bawaan
  • Kondisi jalan, termasuk tanjakan dan kemacetan
  • Tekanan angin ban
  • Pola berkendara, terutama sering menambah gas mendadak

Karena itu, jarak tempuh maksimum bukan satu-satunya patokan. Kapasitas baterai, biaya pengisian daya per kWh, jaringan layanan purna jual, dan ketersediaan baterai pengganti juga layak dicek sebelum membeli motor listrik.

Bagi pengguna harian di kota, selisih 5–10 Wh per kilometer mungkin terasa kecil. Tapi jika dihitung untuk pemakaian 30 kilometer sehari selama sebulan, perbedaannya mulai terlihat di tagihan listrik rumah.

Follow kabartual.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: viva.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks