MALUKU — Perusahaan Ukraina Drone Fight Group telah mengirim tiga unit High Mobility Multipurpose Wheeled Vehicle (HMMWV) atau Humvee yang dilengkapi kit kendali jarak jauh bernama Kaban. Ketiga kendaraan itu diserahkan ke Korps Angkatan Darat ke-3, Resimen Sistem Tak Berawak Terpisah ke-429 "Achilles," dan Brigade ke-49.
Kaban, yang dalam bahasa Ukraina berarti "babi hutan," dipasang dengan cara dibaut tanpa memodifikasi struktur kendaraan. Artinya, kru masih bisa berpindah antara mode jarak jauh dan manual sesuai kebutuhan misi di lapangan.
Spesifikasi dan Cara Kerja Kaban
Jalur kendali utama Kaban mengandalkan Starlink milik SpaceX. Sistem ini juga menyiapkan transmisi video analog dan kendali radio sebagai kanal cadangan, sehingga tidak bergantung pada satu tautan saja di lingkungan yang rawan gangguan sinyal.
Dari stasiun kendali, operator memantau pergerakan kendaraan plus lampu utama, pencahayaan inframerah, lampu sorot, audio dua arah, dan telemetri dari komputer onboard. Navigasi berjalan di atas peta digital tempat operator menyusun rute dan menandai titik, lengkap dengan overlay prediksi lintasan untuk membantu manuver.
Antisipasi GPS Jamming dan Kehilangan Sinyal
Jika GPS onboard di-jam atau dipalsukan, hal yang rutin terjadi di dekat garis kontak, operator bisa mengoreksi posisi kendaraan secara manual alih-alih kehilangan kendali. Namun bila tautan terputus sepenuhnya, Kaban akan menghentikan kendaraan secara otomatis.
Perpindahan ke tautan satelit menjadi lompatan besar di medan perang yang belakangan banyak bergantung pada radio jarak pendek atau serat optik terurai. Keduanya menuntut operator berada dekat dengan kendaraan. Dengan tautan satelit, personel bisa mengendalikan perangkat militer dari jarak jauh dan mengurangi risiko mereka.
Peralatan Opsional dan Peran di Medan Tempur
Kaban bisa dilengkapi kamera termal, lampu sorot, peluncur jaring untuk menangkap drone musuh, hingga platform peluncur drone buatan Ukraina. Kombinasi ini membuat Humvee retrofit berfungsi sebagai opsi serbaguna, bukan sekadar pengangkut logistik.
Posisi di Tengah Ledakan Robotika Darat Ukraina
Kementerian Pertahanan Ukraina mencatat lebih dari 100.000 misi logistik dan evakuasi kendaraan darat tak berawak sepanjang 2026 hingga 20 Agustus, tercatat di sistem manajemen tempur DELTA. Sebagian besar platform itu dirancang khusus untuk satu kebutuhan tertentu.
Kaban bertaruh pada jalur berbeda: otomatisasi skala armada lewat kendaraan yang sudah dimiliki militer. Dengan lebih dari 5.000 Humvee yang bertugas di Ukraina berkat bantuan dan hibah militer AS, retrofit ini berpotensi berdampak luas.
Pendekatan ini juga diamati militer berbagai negara yang terus memantau konflik Rusia-Ukraina. Alih-alih menunggu robot khusus selesai diproduksi, Kaban menawarkan otomatisasi sesuai permintaan dari perangkat yang sudah ada di gudang.