Pencarian

Honda Super One di GIIAS 2026: Bukan untuk Semua Orang, dan Itu Justru Kunci Jualannya

Selasa, 04 Agustus 2026 • 00:12:31 WIB
Honda Super One di GIIAS 2026: Bukan untuk Semua Orang, dan Itu Justru Kunci Jualannya
Honda Super One dipamerkan di GIIAS 2026 dengan alokasi 100 unit untuk pasar Indonesia.

MALUKU — Antusiasme terhadap Honda Super One ternyata sudah terasa jauh sebelum mobil ini resmi dipamerkan di GIIAS. Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy, mengungkapkan banyak konsumen yang sudah bertanya-tanya soal mobil listrik kompak ini, meskipun pemesanan belum dibuka. Permintaan itu yang menjadi alasan Honda cukup percaya diri dengan masa depan Super One di pasar Indonesia.

Kepercayaan diri itu bukan tanpa dasar. Honda melihat celah yang belum digarap kompetitor di segmen mobil listrik kompak: karakter berkendara. "Kami sangat optimis, karena mobil ini benar-benar memiliki DNA joy of driving yang fun to drive," kata Billy saat ditemui di GIIAS. Pernyataan ini menarik, karena selama ini mobil listrik murah lebih sering dijual dengan jargon efisiensi dan fitur, bukan pengalaman mengemudi.

Strategi Honda: Menolak Jadi Mobil Listrik "Untuk Semua Orang"

Di tengah persaingan segmen mobil listrik kompak yang kian ramai, Honda justru mengambil posisi yang berbeda. Billy menegaskan Super One memang tidak dirancang untuk semua orang. "Ya makanya tadi mobil ini memang bukan untuk dimiliki semua orang, tapi untuk mereka yang benar-benar ingin merasakan rasanya berbeda mengendarai kendaraan listrik dibandingkan kendaraan listrik lainnya," tegasnya.

Pernyataan ini menjadi sinyal penting. Honda seolah sadar bahwa melawan pemain yang sudah lebih dulu bermain di harga agresif adalah perang yang tidak akan dimenangkan. Alih-alih berkompetisi di angka spesifikasi atau fitur layar, mereka memilih bermain di sisi emosi dan rasa berkendara—sesuatu yang memang menjadi ciri khas Honda sejak era mesin konvensional.

Harga Masih Rahasia, Alokasi Hanya 100 Unit di 2026

Satu hal yang belum terungkap adalah banderol resmi Super One. Harga baru akan diumumkan pada 5 Agustus 2026, dan pemesanan langsung dibuka setelahnya. Yang sudah pasti, total alokasi untuk tahun ini hanya 100 unit, dengan pengiriman ke konsumen dijadwalkan berlangsung dari Agustus hingga Oktober 2026.

Jumlah itu tergolong sangat terbatas, bahkan bisa dibilang eksklusif untuk ukuran mobil produksi massal. Honda sendiri belum mau membuka rencana pemesanan untuk tahun depan. Artinya, 100 unit pertama ini bisa menjadi ajang "perang" antar calon pembeli yang menginginkan unit awal, sekaligus uji nyali Honda untuk mengukur respons pasar sebelum meningkatkan volume produksi.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli

Dari informasi yang tersedia, ada beberapa catatan yang perlu dipertimbangkan sebelum Anda memesan Super One. Pertama, ketersediaan unit yang sangat terbatas berarti calon pembeli harus siap bersaing, dan kemungkinan besar tidak bisa memilih varian atau warna secara leluasa. Kedua, klaim "fun to drive" dari Honda masih perlu dibuktikan lewat pengujian langsung—terutama bagaimana karakter setir, suspensi, dan respons pedal di jalanan Indonesia yang macet dan berlubang.

Ketiga, belum ada informasi soal infrastruktur pengisian daya atau paket purna jual yang ditawarkan. Untuk mobil listrik, dua hal ini sering menjadi penentu kepuasan jangka panjang, bukan sekadar harga jual. Terakhir, posisi harga yang belum diumumkan bisa menjadi penentu utama: jika banderolnya terlalu tinggi di atas kompetitor sekelas, maka cerita "fun to drive" saja mungkin tidak cukup untuk menutup selisihnya.

Honda Super One jelas bukan mobil listrik yang mencoba menyenangkan semua orang. Ia lahir dari keyakinan bahwa masih ada segmen pembeli yang rela membayar lebih untuk pengalaman berkendara yang menyenangkan, bukan sekadar alat transportasi. Pertanyaannya sekarang sederhana: apakah 100 orang pertama di Indonesia akan setuju dengan filosofi itu? Kita tunggu saja pengumuman harga pada 5 Agustus 2026.

Follow kabartual.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks