Pencarian

Cape Verde Nyaris Bungkam Argentina di Piala Dunia 2026, Vozinha Berusia 40 Tahun Jadi Pahlawan Kultus

Minggu, 05 Juli 2026 • 03:31:01 WIB
Cape Verde Nyaris Bungkam Argentina di Piala Dunia 2026, Vozinha Berusia 40 Tahun Jadi Pahlawan Kultus
Vozinha tampil gemilang sebagai kiper Cape Verde saat menahan gempuran Argentina di Piala Dunia 2026.

MALUKU — Miami, AS — Cape Verde, negara kepulauan dengan populasi terkecil ketiga yang pernah tampil di Piala Dunia, nyaris menciptakan kejutan terbesar sepanjang sejarah turnamen. Mereka memaksa Argentina bermain hingga perpanjangan waktu. Tim besutan Lionel Scaloni akhirnya menang tipis dengan skor dramatis.

Vozinha Berusia 40 Tahun Hampir Jadi Mimpi Buruk Messi

Vozinha adalah kiper yang puncak karier klubnya hanya di kasta kedua Moldova, Slovakia, dan Portugal. Namun di bawah mistar, ia tampil luar biasa. Beberapa kali ia menggagalkan peluang emas Argentina, termasuk tendangan jarak dekat yang seharusnya menjadi gol mudah.

“Mereka hampir saja. Vozinha akan diingat sebagai pahlawan kultus, seperti Pak Doo-ik, Teófilo Cubillas, atau Roger Milla,” tulis Football Daily dalam laporannya. Penampilan sang kiper nyaris mencuri perhatian dari Messi.

Gol Penyeimbang Duarte dan Cabral Guncang Argentina

Argentina unggul lebih dulu lewat gol khas Messi yang menentang usia. Namun Cape Verde tidak menyerah. Deroy Duarte dan Sidny Lopes Cabral sukses mencetak gol penyeimbang yang membuat Argentina terpojok.

Pertandingan di Miami, kota yang kini menjadi rumah kedua Messi, nyaris berubah menjadi pesta yang digagalkan. “Ini adalah gatecrashing pesta homecoming Messi yang nyaris berhasil,” tambah laporan tersebut, merujuk pada atmosfer stadion yang penuh ekspektasi publik AS terhadap megabintang Argentina itu.

Dampak: Argentina Hadapi Mesir, Cape Verde Pulang dengan Kepala Tegak

Kemenangan dramatis ini membawa Argentina ke babak 16 besar. Mereka akan menghadapi Mesir di Atlanta pada Selasa (16/6) waktu setempat. Mesir lolos setelah mengalahkan Australia melalui adu penalti kontroversial, di mana kiper pengganti Australia, Mat Ryan, gagal menahan satu pun tendangan penalti lawan.

Bagi Cape Verde, kekalahan ini tidak mengurangi kebanggaan. “Mereka akan selalu dikenang sebagai pahlawan sejati musim panas 2026,” tulis Football Daily. Negara dengan populasi sekitar 500.000 jiwa itu membuktikan bahwa di Piala Dunia, tidak ada lawan yang terlalu besar untuk diganggu.

Perubahan Jadwal Meksiko-England Sempat Kacau

Di sisi lain, kekacauan jadwal sempat mewarnai laga 16 besar antara tuan rumah Meksiko melawan Inggris di Mexico City. Pelatih Meksiko, Javier Aguirre, mengeluhkan perubahan kick-off yang dimajukan enam jam karena ancaman badai petir. “Perubahan jadwal ini seperti tendangan ke perut. Kami harus mengubah seluruh rencana,” ujar Aguirre dengan nada frustrasi.

Setelah kebingungan selama beberapa jam, FIFA akhirnya memutuskan tetap mempertahankan jadwal awal pukul 18.00 waktu setempat (01.00 WIB Senin). Keputusan itu diambil setelah prakiraan cuaca membaik. Namun ketidakpastian sempat membuat kedua tim kewalahan.

Follow kabartual.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: theguardian.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks