MALUKU — Arema FC Women menggelar seleksi terbuka berskala besar di Lapangan Dreams Football Pitch, Malang, dengan sekitar 100 peserta dari berbagai daerah. Puluhan pesepak bola putri kelompok U-15 dan U-18 bersaing memperebutkan tempat di skuad utama jelang Hydroplus Soccer League 2026/2027.
Seleksi berlangsung pada Sabtu (26/9) di bawah terik matahari Malang. Peserta tidak hanya datang dari Malang Raya, tetapi juga Lumajang, Jember, Blitar, Surabaya, Banyuwangi, hingga Jombang.
Beberapa pemain muda bahkan menempuh perjalanan dari luar pulau demi mengikuti seleksi ini. Panitia mencatat sekitar 40-an peserta di kelompok usia U-15 dan 60-an di U-18.
Games Internal Jadi Ujian Paling Menentukan
Tim pelatih menggelar sesi games internal sebagai penilaian utama. Di sesi inilah penguasaan bola, visi bermain, operan presisi, hingga ketahanan fisik peserta diuji langsung.
Pengelola Arema FC Women Academy Semarang, Rahmad Widjanarko, hadir memantau jalannya seleksi. Ia menilai kualitas peserta tahun ini merata.
"Antusiasmenya luar biasa. Untuk kelompok usia U-15 ada sekitar 40-an anak, sementara di U-18 ada sekitar 60-an anak. Kalau dilihat dari kemampuan, mereka luar biasa dan tidak kalah bersaing dengan zona lainnya," ungkap Rahmad.
Target: Kedalaman Skuad untuk Hydroplus Soccer League
Seleksi ini menjadi pijakan Arema FC Women membangun kedalaman tim sebelum berlaga di Hydroplus Soccer League 2026/2027. Skuad disiapkan tampil di tiga zona kompetisi, dengan kick-off zona Kudus dijadwalkan 24 Oktober mendatang.
Arema FC Women juga menyiapkan tim untuk Zona Surabaya. Manajemen berharap seleksi ketat ini menghasilkan pemain dengan skill mumpuni sekaligus ketahanan mental bersaing di level tertinggi sepak bola putri Indonesia.
Mutiara Yasmin dan Mimpi Lolos ke Skuad Utama
Mutiara Yasmin, penjaga gawang asal Pandanlandung, Wagir, mengaku kelelahan usai sesi games. Meski begitu, ia berusaha tampil percaya diri sepanjang seleksi.
"Rasanya capek dan panas, tapi saya berusaha tetap percaya diri. Harapannya semoga bisa lolos dan cita-cita saya bergabung dengan Arema FC Women bisa tercapai," tutur Mutiara.
Keluarga Rela Berangkat Subuh dari Surabaya
Dukungan keluarga mewarnai jalannya seleksi. Hani, kakak salah satu peserta asal Surabaya, menuturkan keluarganya berangkat pukul 5 pagi demi mengejar jadwal kumpul pukul 7 pagi.
"Kami berangkat dari Surabaya jam 5 pagi demi mengejar jadwal kumpul jam 7 pagi. Sebagai keluarga kami pasti mendukung penuh, apalagi adik memang hobi dan fokus di sepak bola. Harapannya kalau lolos bisa terus konsisten dan berkembang ke jenjang yang lebih baik," kata Hani.
Seleksi terbuka ini menegaskan arah pembinaan Arema FC Women di level akar rumput. Dari ratusan peserta yang unjuk kemampuan, hanya sebagian yang akan masuk skuad utama dan bersaing di kompetisi nasional.