MALUKU — Herdman tak membahas hasil pahit kegagalan di kualifikasi Piala Dunia 2026. Pelatih asal Inggris itu memilih fokus ke target jangka panjang yang lebih ambisius. Dalam pertemuan tertutup, ia menyampaikan visinya kepada Kepala Negara.
"Sangat antusias, suatu kehormatan buat saya. Kami berharap dapat membawa tim ini ke World Cup pada tahun 2030. Dan kami akan membutuhkan dukungan dari semua orang," ujar Herdman dalam rilis resmi Badan Komunikasi Pemerintah.
Prabowo Diminta Jadi "Jenderal" di Belakang Garuda
Herdman menekankan pentingnya sinyal dukungan dari pemimpin tertinggi negara. Menurutnya, kehadiran Prabowo di belakang skuad Garuda bukan sekadar seremoni, melainkan suntikan moral bagi para pemain.
"Saya pikir kepemimpinannya dan passion-nya untuk Indonesia adalah penting bagi para pemain kita untuk mengetahui bahwa kita memiliki pemimpin kita di belakang kita," kata Herdman menambahkan.
Pertemuan itu membahas langkah strategis. Mulai dari penguatan skuad hingga persiapan menghadapi agenda internasional. PSSI dan pemerintah sepakat untuk bergerak paralel menuju target 2030.
Piala AFF Jadi Batu Loncatan Pertama
Sebelum memikirkan Piala Dunia 2030, Timnas Indonesia punya pekerjaan rumah jangka pendek. Skuad Garuda akan berlaga di Piala AFF pada Juli mendatang. Turnamen ini menjadi ajang pembuktian awal di bawah era Herdman.
Hasil uji coba sejauh ini cukup menjanjikan. Dari empat laga yang dijalani pada Maret dan Juni, Rizky Ridho dan kawan-kawan mencatat tiga kemenangan — atas Saint Kitts and Nevis, Oman, dan Mozambik — serta satu kekalahan dari Bulgaria.
Kegagalan 2026 Jadi Pelajaran Berharga
Perjalanan ke Piala Dunia 2026 memang harus tertunda. Timnas Indonesia yang melaju hingga fase keempat kualifikasi akhirnya kandas setelah takluk dari Arab Saudi dan Irak. Namun, Herdman tak mau larut dalam kekecewaan.
Ia memilih menjadikan pengalaman itu sebagai fondasi. Dukungan dari level tertinggi pemerintahan, menurutnya, adalah elemen yang hilang di masa lalu. Kini, dengan Prabowo di belakang, Herdman yakin mimpi itu lebih realistis.
"Kami akan membutuhkan dukungan dari semua orang," tegasnya. Dan pertemuan di Hambalang jadi langkah pertama untuk mendapatkannya.