Pencarian

Ribuan Warga Kota Ambon Rayakan Pembukaan Piala Dunia 2026 dengan Fun Walk, Jadi Simbol Solidaritas Lintas Dukungan

Kamis, 11 Juni 2026 • 20:08:31 WIB
Ribuan Warga Kota Ambon Rayakan Pembukaan Piala Dunia 2026 dengan Fun Walk, Jadi Simbol Solidaritas Lintas Dukungan
Ribuan warga Ambon merayakan pembukaan Piala Dunia 2026 dengan berjalan santai di pusat kota.

AMBON — Ribuan warga Kota Ambon memadati Lapangan Merdeka dan ruas-ruas jalan pusat kota pada Kamis pagi (11/6/2026). Mereka datang bergelombang, mengenakan jersey tim nasional favorit, dari Argentina hingga Belanda. Pemicunya bukan konser atau kampanye, melainkan pesta sepak bola terbesar dunia: Piala Dunia FIFA 2026.

Hujan deras yang mengguyur sejak pagi tak menyurutkan langkah mereka. Sebaliknya, tawa dan sapaan bersahutan di sepanjang rute. Bagi warga Ambon, Piala Dunia bukan tontonan di layar kaca semata. Ajang empat tahunan ini sudah lama menjadi agenda sosial yang menyatukan berbagai latar belakang.

7.000 Warga Turun ke Jalan, Lapak UMKM Kebanjiran Pembeli

Pemerintah Kota Ambon menggelar Ambon Color Fun Walk 2026 sebagai bagian dari euforia pembukaan turnamen. Sekitar 7.000 peserta berjalan bersama dalam suasana yang lebih mirip karnaval kota. Tak ada sekat antara pendukung satu tim dengan lainnya.

Jersey oranye khas Belanda dan biru-putih Argentina mendominasi kerumunan. Namun, alih-alih memicu rivalitas, perbedaan pilihan justru menjadi warna yang memperkaya suasana. Di sepanjang rute, lapak-lapak UMKM lokal dipadati pengunjung yang menikmati momen kebersamaan tersebut.

Belanda vs Argentina: Dua Basis Pendukung Terbesar di Ambon

Di antara banyak negara peserta, Belanda dan Argentina memiliki basis pendukung paling solid di Ambon. Dukungan terhadap kedua negara telah berlangsung puluhan tahun dan diwariskan lintas generasi. Keluarga-keluarga di kota ini mempertahankan tradisi mendukung tim yang sama sejak era pemain legendaris mereka.

Novrat Nanulaitta (35), seorang peserta yang mengenakan jersey oranye, optimistis De Oranje akhirnya bisa mengakhiri penantian panjang. “Setidaknya Belanda kali ini bisa membawa pulang Piala Dunia. Apalagi sudah ada prediksi dari seorang ekonom dunia yang tiga kali berturut-turut berhasil memprediksi juara Piala Dunia. Sekarang dia juga memprediksi Belanda akan menang,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan seperti Color Fun Walk menjadi ruang yang mempertemukan para pencinta sepak bola tanpa memandang perbedaan tim dukungan. “Semoga ke depan ada kegiatan-kegiatan seperti ini lagi. Yang pasti Pemkot Ambon di bawah kepemimpinan Pak Bodewin selalu mengapresiasi kegiatan yang damai,” katanya.

Optimisme serupa datang dari kubu Argentina. Rina Latuheru (32) berharap tim kesayangannya mampu mengulangi prestasi sebagai juara bertahan. “Argentina sudah memberi kami banyak kenangan indah. Sebagai juara sebelumnya, tentu kami berharap mereka bisa tampil maksimal. Tapi yang paling penting, semangat kebersamaan seperti hari ini tetap terjaga,” ucapnya.

Warung Kopi dan Rumah Warga Berubah Jadi Stadion Mini

Euforia Piala Dunia di Ambon tak berhenti di acara seremonial. Warung kopi dan rumah-rumah warga berubah menjadi tempat berkumpul untuk menyaksikan pertandingan. Obrolan tentang prediksi skor, pemain andalan, hingga peluang tim favorit sudah mengisi keseharian masyarakat sejak jauh-jauh hari.

Di Ambon, sepak bola memiliki cerita panjang. Dari lapangan kampung hingga pertandingan internasional, olahraga ini selalu menjadi bahan percakapan yang mampu menyatukan banyak orang. Fanatisme memang tidak pernah hilang, tetapi di atas semuanya terdapat kecintaan yang sama terhadap sepak bola.

Bagikan
Sumber: terasmaluku.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks