MALUKU — Pertandingan yang digelar di Stadion Azteca, Jakarta waktu setempat, berakhir dengan kemenangan Meksiko 2-0. Namun, hasil itu hampir tenggelam oleh sorotan terhadap tiga pemain yang harus meninggalkan lapangan lebih cepat akibat kartu merah langsung.
Dua Kartu Merah untuk Afrika Selatan, Satu untuk Meksiko
Yaya Sithole menjadi pemain pertama yang diusir wasit setelah menjatuhkan Brian Gutierrez di area dekat kotak penalti. Tak berselang lama, Themba Zwane menyusul setelah tinjauan VAR mendapati tangannya mengenai wajah Roberto Alvarado dalam sebuah duel udara.
Di masa tambahan waktu, giliran Cesar Montes dari Meksiko yang harus menerima kartu merah. Tiga keputusan ini langsung menjadi bahan diskusi hangat di kalangan pengamat dan mantan pemain.
Shearer: Awal Turnamen Sering Jadi Tolok Ukur Ketat
Dalam podcast Rest Is Football, Shearer menyampaikan kekhawatirannya terhadap standar yang diterapkan wasit di laga perdana. Ia membandingkan situasi ini dengan awal musim kompetisi domestik, di mana wasit cenderung menerapkan aturan secara kaku.
"Sedikit kekhawatiran saya adalah ini seperti awal musim ketika Anda berharap semuanya sangat ketat, dan saya pikir hal itu bisa terjadi di sini," ujar Shearer. Ia menambahkan bahwa selama sekitar 10 hari pertama, publik mungkin akan melihat banyak keputusan yang menjadi perdebatan.
Mantan kapten Timnas Inggris itu menilai kartu merah pertama untuk Sithole sudah tepat. Namun, dua keputusan lainnya, menurut dia, masih berada di area abu-abu yang patut dipertanyakan.
Micah Richards: Kartu Merah Zwane Terlalu Berlebihan
Rekan Shearer di podcast, Micah Richards, memiliki pandangan berbeda soal kartu merah untuk Zwane. Ia menilai wasit terlalu cepat menghukum pemain Afrika Selatan tersebut.
"Dia terlihat berusaha menggunakan tubuhnya saat duel, bukan sengaja menyikut. Keputusan seperti ini bisa membuat pemain bermain ketakutan," kata Richards. Ia menekankan bahwa standar yang terlalu tinggi justru bisa merusak ritme pertandingan.
Perbedaan pendapat antara dua legenda Premier League ini menunjukkan betapa peliknya persoalan keputusan wasit di Piala Dunia 2026. Wasit dan VAR kini berada di bawah tekanan besar untuk menjaga konsistensi sepanjang turnamen.
Konsistensi Wasit Jadi Kunci Turnamen Berjalan Adil
Dengan tiga kartu merah di laga pembuka, perhatian publik kini tertuju pada bagaimana wasit akan memimpin pertandingan-pertandingan selanjutnya. Shearer berharap standar yang diterapkan tidak berubah drastis dari satu laga ke laga lainnya.
Jika tidak, kekhawatiran akan banyaknya kartu merah dan keputusan kontroversial bisa menjadi cerita dominan di Piala Dunia 2026 — bukan kualitas permainan atau gol-gol indah yang diharapkan para penggemar.