MALUKU — Partai final berjalan ketat sejak menit awal. Mazda GB FC unggul lebih dulu 1-0, sebelum Bandung Legend menyamakan kedudukan menjadi 1-1 jelang turun minum. Di babak kedua, tim asal Laos kembali mencetak gol dan memastikan kemenangan 2-1.
Kekaguman Presiden Amazing Sports Lab pada Atmosfer Suporter Indonesia
Mitsuru Hamada, Presiden Amazing Sports Lab Japan Inc. & Nara Club, mengaku terkesan dengan kualitas pemain muda Indonesia. Ia menilai mereka memiliki tendangan bagus dan kecepatan lari yang mumpuni.
"Saya kaget melihat kualitas para pemain muda Indonesia. Mereka punya tendangan yang bagus, dan larinya juga kencang. Mereka juga berpotensi bisa bersaing di Jepang melawan akademi-akademi dari Eropa yang juga akan diundang di sana," ujar Mitsuru Hamada.
Yang paling mengejutkan baginya adalah atmosfer pertandingan. "Kalau di Jepang penontonnya pada tenang, diam. Tapi di sini passion-nya dan atmosfernya sangat luar biasa. Mereka tidak berhenti bersorak mendukung tim," tambahnya.
Presiden Mazda GB Akui Perlawanan Ketat Bandung Legend
Thippanet Keanivong, Presiden Mazda GB, mengakui timnya tidak mudah meraih gelar juara. Ia secara khusus memuji Bandung Legend yang memberikan perlawanan sengit di final.
"Benar-benar pertandingan yang ketat di final, para pemain muda Indonesia juga sangat kuat. Namun kami juga sudah melakukan persiapan selama dua tahun untuk mengikuti ajang ini," ujar Keanivong. Ia juga berterima kasih kepada penyelenggara atas suksesnya event ini.
Pelatih Bandung Legend: Persiapan Transisi 7 vs 7 ke 11 vs 11
Pelatih Bandung Legend, Budi Agil, mengakui kekalahan timnya. Ia menilai permainan Mazda GB sudah terstruktur dan timnya kecolongan karena kesalahan kecil.
"Jujur, permainan tim dari Laos sudah terstruktur dan akhirnya karena kesalahan sedikit dari kami tadi yang membuat mereka menang," kata Budi Agil.
Untuk persiapan ke Jepang, Budi Agil fokus pada transisi format pertandingan. "Kalau soal untuk ke Jepang, mungkin yang akan dipersiapkan nanti soal transisi dari 7 vs 7 ke 11 vs 11. Jadi saya akan buat program dan tambah pemain, karena kalau 11 lawan 11 cadangannya minimal tujuh pemain," ucapnya.
Turnamen Prestisius yang Lahirkan Bintang Dunia
Junior Soccer World Challenge U-12 dikenal sebagai salah satu turnamen usia muda paling bergengsi di Asia. Ajang ini pernah diikuti klub-klub besar Eropa seperti FC Barcelona, Manchester City, Liverpool, dan Arsenal.
Sejumlah pemain yang kini menjadi bintang dunia pernah tampil di turnamen ini, di antaranya Lamine Yamal, Takefusa Kubo, Gavi, Ansu Fati, dan Xavi Simons.
Sebagai hadiah, Mazda GB FC dan Bandung Legend mendapat tiket pesawat Jakarta-Tokyo (Haneda) pulang-pergi, akomodasi, konsumsi, dan transportasi domestik di Jepang. Fasilitas tersebut mencakup 18 pemain dan 5 ofisial tim. Keduanya akan berlaga di Chiba pada 21-24 Agustus 2026.