AMBON — Ketua Komisi I DPRD Maluku, Solichin Buton, meminta Kapolda Maluku bersikap tegas terhadap kasus pengeroyokan yang menimpa Abdullah Mahu (18), seorang pemuda asal Negeri Buano Hatuputih, Kecamatan Kepulauan Manipa. Peristiwa itu terjadi di kawasan Air Kuning, Kebun Cengkeh, Negeri Batu Merah, pada 11 Mei 2026 sekitar pukul 04.00 WIT.
“Kapolda harus tegas. Peristiwa pengeroyokan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak dikenal ini harus diusut tuntas supaya ada efek jera bagi mereka,” kata Solichin di Ambon, Jumat (5/6/2026).
Korban Dianiaya Saat Menjalankan Tugas
Saat kejadian, korban disebut sedang menjalankan tugas dari tempat kerjanya. Ia diduga dikejar dan dianiaya secara beramai-ramai oleh sekelompok orang tak dikenal hingga tidak sadarkan diri.
Akibat pengeroyokan tersebut, Abdullah Mahu mengalami luka serius. Ia sempat menjalani perawatan intensif di RS Siloam Ambon sebelum dirujuk ke RS Bhayangkara Ambon untuk keperluan visum.
Polisi Baru Amankan Satu Orang
Hingga saat ini, polisi baru mengamankan seorang warga yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan. Solichin Buton menegaskan penyidik tidak boleh berhenti pada satu tersangka saja.
“Kami sudah mengagendakan pemanggilan pihak kepolisian untuk mendalami sampai sejauh mana pengamanan yang dilakukan terhadap peristiwa-peristiwa seperti ini,” ujarnya.
Kawasan Air Kuning Berulang Kali Jadi Lokasi Kriminal
Menurut Solichin, kawasan Air Kuning dan sekitarnya sudah berulang kali menjadi lokasi tindak kriminal dan kekerasan. Ia menilai pengamanan di wilayah tersebut perlu ditingkatkan secara serius.
“Ini bukan pertama kali terjadi. Sudah berulang kali ada kejadian seperti ini. Polisi harus serius supaya peristiwa-peristiwa seperti ini tidak perlu terjadi lagi,” kata politikus PKS itu.
Langkah Pencegahan dan Evaluasi Pengamanan
Sebagai bagian dari fungsi pengawasan, Komisi I DPRD Maluku mendesak adanya evaluasi terhadap sistem pengamanan yang diterapkan selama ini. Langkah-langkah pencegahan harus diperkuat agar kasus serupa tidak terus berulang.
Keluarga korban berharap kepolisian segera mengungkap seluruh pelaku yang terlibat. Mereka menginginkan proses hukum berjalan transparan dan keadilan bagi Abdullah Mahu dapat terwujud.