AMBON — Wakil Wali Kota Ambon menekankan pentingnya pendataan pelaku ekonomi digital dalam Sensus Ekonomi 2026 yang akan digelar Badan Pusat Statistik (BPS). Ia menilai selama ini banyak transaksi digital yang nilainya signifikan namun tidak tercatat dalam data resmi pemerintah daerah.
“Kita harus pastikan para pengusaha muda, reseller, hingga penyedia jasa transportasi online masuk dalam sensus. Ini bukan soal formalitas, tapi potensi pendapatan asli daerah,” ujarnya dalam rapat koordinasi persiapan sensus di Balai Kota Ambon, pekan lalu.
Mengapa Ekonomi Digital Jadi Prioritas Sensus 2026?
Pemkot Ambon mengidentifikasi setidaknya tiga sektor digital yang tumbuh cepat: perdagangan daring, jasa transportasi berbasis aplikasi, dan penyedia konten kreatif. Selama ini, kontribusi mereka terhadap pajak daerah minim lantaran status usaha yang informal.
Kepala BPS Kota Ambon menyebutkan bahwa sensus kali ini akan menggunakan metode hybrid—wawancara langsung dan pengisian mandiri secara daring. Targetnya, seluruh kecamatan di Ambon bisa terdata dalam enam bulan pertama 2026.
“Kami juga akan menggandeng komunitas startup lokal untuk menjangkau pelaku usaha yang tidak memiliki toko fisik,” tambahnya.
Dampak ke Warga: Potensi Tarif Pajak Baru?
Wawali memastikan bahwa pendataan ini tidak serta-merta diikuti kenaikan pajak. Justru, data yang akurat bisa menjadi dasar penetapan tarif yang lebih adil dibandingkan sistem estimasi selama ini.
“Kalau kita tahu omzetnya Rp 50 juta per bulan, pajaknya bisa dihitung proporsional. Bukan dipukul rata seperti sekarang,” jelasnya.
Pemkot juga berencana memberikan insentif berupa pengurangan administrasi bagi pelaku digital yang mendaftar secara sukarela sebelum sensus dimulai.
Apa Langkah Selanjutnya?
Pemkot Ambon akan membuka posko pendataan awal di 50 kelurahan mulai November 2025. Sosialisasi menyasar komunitas UMKM digital dan forum pedagang pasar tradisional yang sudah beralih ke platform online.
BPS Maluku menargetkan partisipasi 95 persen pelaku ekonomi digital di Ambon dalam Sensus Ekonomi 2026. Data awal bisa diakses publik pada triwulan ketiga 2026.