AMBON — Ekosistem pesisir di Pulau Buru, Maluku, menjadi sasaran utama program restorasi lingkungan anyar yang digagas TNI AL. Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IX Ambon resmi menggandeng Yayasan Wanadri dalam sebuah perjanjian kerja sama yang ditandatangani di Lobi Markas Komando (Mako) Kodaeral IX, Halong, Kota Ambon, Selasa.
Pulau Buru Jadi Lokasi Percontohan Restorasi Pesisir
Asisten Teritorial Komandan Kodaeral IX (Aster Dankodaeral IX) Kolonel Laut (P) Pilipus Sri Suharto menjelaskan kolaborasi ini tidak bersifat seremonial. Fokus utama program diarahkan ke kawasan pesisir Pulau Buru, mencakup restorasi terumbu karang dan rehabilitasi mangrove.
"Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara Kodaeral IX dan Yayasan Wanadri dalam menjaga ekosistem pesisir, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan," kata Pilipus.
Program Ibu Karang: Pemberdayaan Masyarakat Lokal Jadi Kunci
Salah satu program unggulan yang diusung adalah Ibu Karang. Program ini mengedepankan pemberdayaan masyarakat lokal untuk menjaga dan memulihkan ekosistem pesisir secara langsung. Pendekatan ini dinilai lebih berkelanjutan ketimbang sekadar penanaman karang tanpa melibatkan warga setempat.
"Keberhasilan menjaga wilayah pesisir tidak hanya bergantung pada aparat pemerintah maupun TNI AL, tetapi juga memerlukan keterlibatan berbagai pihak, termasuk organisasi lingkungan, komunitas masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya," ujarnya.
Mengapa TNI AL Menggandeng Organisasi Petualang?
Yayasan Wanadri selama ini dikenal luas sebagai organisasi yang bergerak di bidang kepetualangan, konservasi alam, dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Pengalaman dan jejaring yang dimiliki Wanadri dalam pengelolaan lingkungan diharapkan dapat memperkuat program pembinaan teritorial maritim yang dijalankan Kodaeral IX.
Pilipus menambahkan, Maluku sebagai daerah kepulauan memiliki kekayaan sumber daya laut yang perlu dijaga secara berkelanjutan. "Melalui kerja sama ini, kami berharap lahir program-program yang tidak hanya berdampak pada pelestarian lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pendekatan pemberdayaan yang berkelanjutan," katanya.
Apa Langkah Selanjutnya?
Kodaeral IX memiliki peran pembinaan teritorial maritim yang mencakup penguatan ketahanan wilayah pesisir dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga sumber daya laut. Dengan bergabungnya Wanadri, diharapkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir Maluku semakin kuat, sekaligus memperkuat ketahanan wilayah maritim di masa depan.