Pencarian

Wali Kota Tual Yani Renuat Berhasil Gaet Rp 167 Miliar dari Kemenkes untuk Bangun RSUD Maren di Dullah Utara

Kamis, 28 Mei 2026 • 12:33:01 WIB
Wali Kota Tual Yani Renuat Berhasil Gaet Rp 167 Miliar dari Kemenkes untuk Bangun RSUD Maren di Dullah Utara
Wali Kota Tual Yani Renuat berhasil mendapatkan dana Rp 167 miliar dari Kemenkes untuk pembangunan RSUD Maren.

TUAL — Komitmen Wali Kota Tual, Hi. A. Yani Renuat, untuk membenahi layanan kesehatan di kota kepulauan itu mulai membuahkan hasil. Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan mengucurkan dana sebesar Rp 167,08 miliar untuk pembangunan RSUD Maren H. Noho Renuat, proyek yang kini memasuki tahap konstruksi oleh PT Hutama Karya.

Lobi Sejak Sebelum Dilantik

Langkah strategis AYR—sapaan akrab wali kota—sudah dimulai jauh sebelum dirinya resmi menjabat. Data yang dihimpun di Tual, Kamis (28/5/2026), menyebutkan bahwa ia telah mengadakan pertemuan dengan Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, pada 18 Februari 2025.

Dalam pertemuan tersebut, Kemenkes menyatakan komitmennya mendukung peningkatan fasilitas kesehatan di Kota Tual dengan alokasi awal sebesar Rp 190 miliar. Angka yang terealisasi dalam kontrak kerja sama dengan Hutama Karya tercatat sebesar Rp 167,08 miliar.

Konsep Bangun Terintegrasi di Lahan 10 Hektare

RSUD Maren H. Noho Renuat dirancang dengan konsep Design and Build, yang memungkinkan proses perencanaan dan konstruksi berjalan terintegrasi. Proyek ini berdiri di kawasan seluas lebih dari 10 hektare di Kecamatan Dullah Utara dengan waktu pelaksanaan 296 hari kalender.

Bangunan utama rumah sakit akan terdiri dari tiga lantai yang difungsikan sebagai fasilitas kesehatan modern. Di dalamnya akan tersedia layanan medis prioritas seperti radiologi, CT Scan, cathlab, hemodialisa, kemoterapi, ruang operasi, ruang intensif, laboratorium patologi anatomi, hingga rawat inap.

Zonasi untuk Kenyamanan Pasien dan Tenaga Medis

Dari sisi arsitektur, proyek ini mengusung konsep modern minimalis yang mengedepankan kenyamanan. Kawasan rumah sakit dibagi menjadi tiga zona: publik, semi publik, dan privat.

Area publik dirancang terbuka dan mudah diakses masyarakat, sementara area privat seperti ruang operasi, radiologi, ruang isolasi, dan ruang intensif ditempatkan secara khusus. Tujuannya menjaga privasi pasien dan tenaga kesehatan selama proses pelayanan.

Target: Kurangi Ketergantungan RS di Luar Daerah

Pembangunan RSUD ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas layanan kesehatan rujukan di Maluku. Selama ini, pasien dari Kota Tual dan sekitarnya masih sangat bergantung pada rumah sakit di luar daerah untuk penanganan kasus-kasus berat.

Dengan hadirnya fasilitas seperti cathlab dan kemoterapi, warga tak perlu lagi dirujuk jauh-jauh ke Ambon atau Makassar. Perancangan bangunan juga mempertimbangkan aspek lingkungan, mulai dari sistem sirkulasi udara, pencahayaan, pengelolaan limbah, hingga penyediaan air bersih.

Pekerjaan konstruksi saat ini masih berlangsung. Wali Kota Tual berharap proyek strategis ini dapat selesai tepat waktu dan segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Bagikan
Sumber: tribun-maluku.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks