AMBON — Proses pembangunan Gedung Kuliah Terpadu Politeknik Negeri Ambon (Polnam) resmi dimulai dengan seremoni groundbreaking. Proyek ini menjadi tonggak baru bagi pengembangan pendidikan vokasi di Provinsi Maluku.
Gedung yang akan dibangun ini dirancang untuk menjadi pusat perkuliahan dan praktik mahasiswa. Kehadirannya diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal agar lebih kompetitif di dunia kerja.
Mengapa Gedung Ini Penting bagi Maluku?
Selama ini, keterbatasan fasilitas praktik menjadi salah satu kendala utama dalam pendidikan vokasi di Maluku. Dengan adanya gedung terpadu, mahasiswa Polnam akan memiliki ruang belajar yang lebih representatif dan modern.
Pemerintah daerah menilai investasi di bidang pendidikan vokasi adalah kunci untuk mengurangi angka pengangguran. “Kami ingin lulusan Polnam tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja,” ujar perwakilan Pemprov Maluku dalam sambutannya.
Target Rampung dan Anggaran Proyek
Proyek pembangunan ini direncanakan selesai dalam waktu kurang dari dua tahun. Pekerjaan konstruksi akan dimulai segera setelah proses administrasi selesai.
Meski angka pasti anggaran tidak disebutkan dalam seremoni, proyek ini dibiayai melalui skema anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) yang dialokasikan untuk pengembangan perguruan tinggi. Pemerintah pusat memberikan perhatian khusus pada penguatan politeknik di Indonesia timur.
Apa Dampaknya bagi Mahasiswa dan Dunia Usaha?
Dengan adanya gedung baru, Polnam dapat menambah program studi yang relevan dengan kebutuhan industri lokal, seperti kelautan dan perikanan, pariwisata, serta teknik. Hal ini sejalan dengan potensi ekonomi utama Maluku.
Pihak kampus menyatakan bahwa pembangunan ini juga akan memicu peningkatan jumlah mahasiswa baru. “Fasilitas yang memadai akan menarik lebih banyak lulusan SMA untuk memilih pendidikan vokasi,” kata Direktur Polnam dalam keterangannya.
Ke depannya, kolaborasi dengan dunia usaha dan industri (DUDI) akan diperkuat. Lulusan diharapkan bisa langsung terserap di sektor perikanan, perhotelan, dan konstruksi yang tengah tumbuh di Maluku.
Langkah Selanjutnya Setelah Groundbreaking
Setelah seremoni peletakan batu pertama, tahap berikutnya adalah lelang kontraktor dan mobilisasi alat berat ke lokasi. Pekerjaan fisik diperkirakan mulai bergulir pada triwulan kedua tahun ini.
Pemprov Maluku berjanji akan mengawal proyek ini hingga tuntas. Pengawasan ketat dilakukan untuk memastikan tidak ada keterlambatan yang bisa menghambat proses belajar mengajar mahasiswa Polnam.