AMBON — Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa secara resmi meluncurkan portal Lawamena Satu Data di Lantai VII Kantor Gubernur, Senin (25/5). Portal ini dirancang sebagai ekosistem data terintegrasi yang menyatukan seluruh data sektoral, mulai dari pemerintahan, pendidikan, kesehatan, kemiskinan, hingga pembangunan desa dan negeri-negeri adat.
“Pembangunan Maluku ke depan harus berdiri di atas satu data yang akurat, terintegrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Hendrik dalam sambutannya.
Mengapa Data Selama Ini Bermasalah?
Selama bertahun-tahun, Pemerintah Provinsi Maluku menghadapi persoalan klasik: data yang berbeda-beda antar-lembaga, angka yang tidak sinkron, dan informasi yang saling bertabrakan antara satu dinas dengan dinas lainnya. Akibatnya, perencanaan pembangunan menjadi tidak optimal dan penganggaran kerap meleset dari sasaran.
“Kita ingin membangun budaya baru birokrasi Maluku, budaya kerja berbasis data. Pembangunan tidak bisa berjalan hanya dengan intuisi, melainkan harus berjalan dengan presisi,” tegas politisi Gerindra itu.
Data Jadi Nafas Pembangunan di Era Digital
Menurut Hendrik, saat ini data telah menjadi nafas pembangunan. Siapa yang menguasai data akurat, mampu merancang kebijakan yang tepat, cepat, efisien, dan efektif. Program satu data ini menjadi kebutuhan strategis untuk memastikan setiap kebijakan lahir dari fakta, bukan asumsi, dan lahir dari kebutuhan rakyat, bukan sekadar persepsi.
Peluncuran portal ini turut dihadiri Minister Counsellor Governance and Human Development Kedutaan Besar Australia, Tim Stapleton. Ia menilai pendekatan sebagai wilayah kepulauan membuat data menjadi semakin krusial.
“Dengan data yang akurat dan terintegrasi, gubernur bisa melihat langsung kondisi nyata masyarakat yang tersebar di berbagai wilayah terpencil,” ujar Stapleton.
Sektor Prioritas dan Target Integrasi
Portal Lawamena Satu Data akan menyatukan sumber data dari berbagai sektor: perikanan dan kelautan, pertanian, kehutanan, pertambangan, investasi, pariwisata, hingga data stunting dan kemiskinan. Seluruh kepala perangkat daerah serta bupati dan wali kota se-Maluku diimbau aktif menyelaraskan data masing-masing daerah ke dalam portal ini.
“Perencanaan pembangunan kabupaten/kota dan provinsi harus selaras dengan arah kebijakan pembangunan nasional,” kata Hendrik.
Dukungan Australia Lewat Program SKALA
Gubernur mengapresiasi kemitraan Indonesia-Australia melalui program SKALA yang selama ini mendukung berbagai program di Maluku. Ia berharap kerja sama ini terus berlanjut, terutama untuk penguatan tata kelola data, replikasi, dan struktur portal Lawamena hingga ke tingkat kabupaten dan kota.
“Daerah ini membutuhkan konsistensi penguatan yang berkelanjutan,” tandasnya.