Pencarian

Mahasiswa Unpatti Ciptakan Bank Limbah Pangan Pesisir Berbasis AI, Sabet Medali Perunggu di Malang

Selasa, 19 Mei 2026 • 15:17:21 WIB
Mahasiswa Unpatti Ciptakan Bank Limbah Pangan Pesisir Berbasis AI, Sabet Medali Perunggu di Malang
Tim mahasiswa Unpatti raih medali perunggu dengan inovasi Bank Limbah Pangan Pesisir berbasis AI di Malang.

AMBON — Gagasan pengelolaan limbah pesisir yang digarap tiga mahasiswa Unpatti berhasil bersaing di tingkat nasional. Tim yang terdiri dari Wisnu (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Larastika Bahari (Fakultas Teknik), dan Wa Ode Erni (Fakultas Sains dan Teknologi) ini menulis esai berjudul “Bank Limbah Pangan Pesisir: Inovasi Social Partnership 4.0”.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat, dan Alumni Unpatti, Nur Aida Kubangun, menyebut prestasi ini membuktikan mahasiswa mampu menawarkan solusi konkret bagi persoalan lingkungan di Maluku.

“Prestasi ini sangat baik karena mahasiswa mampu menunjukkan karya yang tidak hanya inovatif, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam pengolahan limbah ikan di kawasan Pasar Arumbai,” ujarnya di Ambon, Selasa (19/5/2026).

Limbah Ikan Disulap Pakai IoT dan AI

Wisnu, ketua tim, menjelaskan ide tersebut berangkat dari pencemaran di pesisir Teluk Ambon. Selama ini, limbah ikan dari Pasar Arumbai langsung dibuang ke laut.

“Konsep ini masih dalam tahap pengembangan, namun sudah mendapat dukungan dari universitas untuk direalisasikan melalui kerja sama teknologi pengolahan sampah dari Jepang,” jelas Wisnu.

Dengan dukungan IoT dan AI, limbah ikan tidak lagi menjadi sumber bau dan polusi, melainkan bahan baku pupuk organik dan pakan maggot. Prosesnya dirancang lintas disiplin, melibatkan mahasiswa Teknik dan Sains untuk merancang sistem monitoring dan pengolahan otomatis.

Kolaborasi dengan Jepang untuk Realisasi

Nur Aida Kubangun menambahkan, Unpatti tengah menjajaki kerja sama dengan pihak Jepang dalam pengembangan sistem pengolahan sampah modern. Rencananya, program bank sampah mahasiswa akan dikolaborasikan dengan inovasi yang baru saja meraih medali ini.

“Universitas berharap mahasiswa terus meningkatkan prestasi baik di bidang akademik maupun non akademik, serta mampu menghadirkan solusi inovatif terhadap tantangan pembangunan daerah,” katanya.

Tahapan Ketat hingga Presentasi Final

Kompetisi di Malang berlangsung dalam beberapa babak: seleksi naskah, penentuan finalis, dan presentasi di hadapan dewan juri nasional. Tim Unpatti harus melewati semua tahap sebelum akhirnya dipastikan meraih perunggu.

Wisnu berharap inovasi ini tidak berhenti sebagai kertas kerja lomba. Ia ingin Bank Limbah Pangan Pesisir benar-benar dioperasikan untuk mengurangi pencemaran dan meningkatkan nilai ekonomi limbah bagi warga pesisir.

“Atas dukungan universitas, kami berharap inovasi ini dapat direalisasikan sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: tribun-maluku.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks