AMBON — Iringan alat musik tradisional totobuang dan tifa mengiringi langkah 34 siswa baru SD Negeri 257 Ambon saat memasuki gerbang sekolah pada tahun ajaran 2026/2027. Penyambutan ini menjadi bagian dari rangkaian MPLS yang dirancang agar anak-anak merasa nyaman sejak hari pertama.
Guru dan Kakak Kelas Sambut di Gerbang
Kepala SD Negeri 257 Ambon, Paulina Matakena, S.Pd, mengatakan seluruh guru dan kakak kelas dari kelas II hingga VI telah bersiap menyambut siswa baru. Mereka memainkan totobuang, alat musik pukul khas Maluku, tepat di depan gerbang sekolah.
“Anak-anak disambut kakak kelas dengan memainkan alat musik tradisional totobuang. Setelah itu dilaksanakan penyambutan resmi melalui upacara bendera, kemudian siswa diperkenalkan dengan guru, lingkungan sekolah, dan seluruh fasilitas yang ada,” kata Paulina di ruang kerjanya, Rabu (15/7/2026).
Materi MPLS: dari Gizi hingga Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Pada hari kedua, peserta didik mengikuti sejumlah materi inti. Sekolah memperkenalkan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, edukasi makanan bergizi, serta melakukan pemeriksaan tinggi dan berat badan sebagai data awal tumbuh kembang siswa.
Anak-anak juga mulai beradaptasi dengan wali kelas dan teman sekelas masing-masing. Rangkaian MPLS dijadwalkan ditutup dengan kegiatan evaluasi yang melibatkan kepala sekolah dan perwakilan orang tua murid.
Antusiasme Orang Tua dan Imbauan Sekolah
Ketua Panitia MPLS SD Negeri 257 Ambon, G.R. Annie Shinta Heattubun, S.Hg, mengungkapkan dukungan orang tua sangat terasa sejak hari pertama. Mereka mengantar anak, mengikuti rapat usai upacara bendera, dan menyambut baik seluruh program sekolah.
“Dukungan orang tua sangat luar biasa. Kami menjelaskan seluruh rangkaian MPLS dari hari pertama hingga hari terakhir dan mereka menyambut baik seluruh program sekolah,” ujar Annie.
Meski demikian, pihak sekolah mengimbau orang tua untuk tidak menunggu di depan jendela kelas selama proses pembelajaran. Sebagian siswa kelas satu masih ingin didampingi, namun perlahan mereka mulai berani belajar dan makan sendiri.
“Ada beberapa yang sempat menangis, tetapi perlahan mereka mulai berani belajar sendiri, makan sendiri, dan mengikuti kegiatan bersama teman-temannya,” tambah Annie.
34 Siswa Terbagi dalam Dua Rombongan Belajar
Paulina menjelaskan, pada tahun ajaran baru ini SD Negeri 257 Ambon menerima 34 siswa kelas I yang dibagi ke dalam dua rombongan belajar, yakni kelas IA dan IB. Hingga hari ketiga pelaksanaan, seluruh kegiatan MPLS berlangsung aman, tertib, dan sesuai materi yang telah ditetapkan.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, pihak sekolah berharap MPLS menjadi pengalaman pertama yang menyenangkan sekaligus membangun semangat belajar peserta didik dalam mengawali perjalanan pendidikan mereka.