Pencarian

Yunus Nusi Sesalkan Kerusuhan Jayapura di Tengah Pengawasan Ketat FIFA

Sabtu, 09 Mei 2026 • 22:40:07 WIB
Yunus Nusi Sesalkan Kerusuhan Jayapura di Tengah Pengawasan Ketat FIFA
Kerusuhan suporter pecah di Stadion Lukas Enembe usai Persipura kalah dari Adhyaksa FC.

Kericuhan suporter pecah di Stadion Lukas Enembe setelah Persipura Jayapura kalah 0-1 dari Adhyaksa FC, Jumat (8/5/2026) malam WIT. Sekjen PSSI Yunus Nusi mengecam aksi perusakan fasilitas dan pembakaran ambulans tersebut karena mencederai citra sepak bola nasional di mata FIFA.

Stadion Lukas Enembe menjadi saksi bisu kekecewaan mendalam pendukung Mutiara Hitam yang berujung anarki. Kekalahan tipis 0-1 dari Adhyaksa FC dalam babak play-off promosi Championship 2025/2026 memastikan Persipura gagal kembali ke kasta tertinggi musim depan.

Amuk Suporter di Jayapura Paksa Skuad Adhyaksa FC Dievakuasi

Suasana mencekam terjadi sesaat setelah wasit Asker Nadjafaliev meniup peluit panjang. Berdasarkan dokumentasi visual Antara, aparat kepolisian harus bergerak cepat mengevakuasi seluruh pemain dan ofisial Adhyaksa FC dari lapangan demi menghindari amukan massa yang merangsek masuk.

Aksi vandalisme tidak terhindarkan di area teknis. Sejumlah fasilitas stadion, termasuk bangku cadangan pemain, dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat ulah oknum penonton yang tidak terima dengan hasil pertandingan tersebut.

Kondisi di luar stadion justru lebih mengkhawatirkan. Video yang beredar di media sosial menunjukkan kobaran api melalap sejumlah kendaraan yang terparkir. Satu unit ambulans milik kepolisian hangus dibakar massa di area parkir Stadion Lukas Enembe.

Yunus Nusi: Kericuhan Ini Menggores Perjalanan Sepak Bola Indonesia

Sekjen PSSI, Yunus Nusi, menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden yang terjadi di tanah Papua. PSSI mengaku tidak menyangka ekspresi cinta masyarakat Papua terhadap Persipura harus berujung pada tindakan destruktif yang merugikan banyak pihak.

"PSSI sangat menyayangkan kericuhan ini terjadi di Jayapura. Kami tahu masyarakat dan suporter Papua sangat cinta dengan sepak bola, dan seharusnya cinta itu diwujudkan dengan menjaga ketertiban di Stadion Lukas Enembe," ujar Yunus Nusi kepada Bola.com, Sabtu (9/5/2026).

Yunus menekankan bahwa insiden ini terjadi pada momentum yang salah. Saat ini, federasi internasional (FIFA) sedang memantau secara intensif transformasi sepak bola Indonesia. Kejadian di Jayapura dianggap sebagai noda dalam proses perbaikan tersebut.

"Ini tentu menggores perjalanan sepak bola kita yang kita tahu bersama saat ini sedang dimonitor dan diawasi oleh FIFA. PSSI berharap hal ini tidak akan terulang lagi," tegasnya.

Menang dan Kalah Hal Biasa, Kesadaran Suporter Jadi Kunci

Dampak dari kerusuhan ini terasa luas. Tidak hanya kerugian materiil, namun seluruh elemen di dalam stadion, mulai dari kedua tim, perangkat pertandingan, hingga penonton umum, sempat tertahan selama berjam-jam karena situasi keamanan yang tidak kondusif.

"Kita butuh kesabaran dan kesadaran bahwa menang, kalah, atau seri itu pasti terjadi dalam sebuah pertandingan. Bila terjadi kericuhan, semua juga rugi, tidak ada yang diuntungkan," tambah Yunus Nusi.

PSSI mengimbau seluruh elemen suporter untuk mulai melakukan edukasi internal di masing-masing basis pendukung. Kesadaran untuk menjaga keamanan stadion harus muncul dari diri sendiri agar sepak bola Indonesia tetap menjadi tontonan yang aman bagi keluarga di masa depan.

Bagikan
Sumber: bola.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks