Ambon - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) melalui BKKBN Perwakilan Provinsi Maluku memperkuat kapasitas guru pada Sekolah Siaga Kependudukan dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang terintegrasi dengan materi Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana). Workshop dilaksanakan di Baileo Kencana, Kantor Perwakilan BKKBN Maluku.
Target Program SSK di 11 Wilayah
Kegiatan peningkatan kapasitas ini melibatkan guru dari berbagai tingkat pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, hingga Sekolah Menengah Atas yang bertugas mengelola Sekolah Siaga Kependudukan (SSK). Peserta berasal dari 11 kabupaten/kota di Maluku dan mengikuti workshop melalui format luring sekaligus daring untuk memastikan jangkauan yang lebih luas.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, dr. Mauliwaty Bulo, M.Si, menekankan bahwa Program Sekolah Siaga Kependudukan merupakan langkah konkret untuk mengintegrasikan isu kependudukan ke dalam pembelajaran. Pesan tersebut disampaikan melalui Sekretaris Perwakilan, Mincie H. Ubro, S.Hut., M.Si.
RPP Sebagai Panduan Pembelajaran yang Efektif
Dalam sambutannya, pimpinan BKKBN Maluku menekankan bahwa keberhasilan Program Sekolah Siaga Kependudukan sangat bergantung pada kesiapan tenaga pendidik dalam merancang pembelajaran yang kontekstual dan aplikatif. Salah satu komponen terpenting dalam proses pembelajaran adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
Menurut penjelasan yang disampaikan, "RPP bukan hanya sekadar dokumen administratif, melainkan panduan utama bagi guru dalam mengelola pembelajaran yang efektif dan bermakna." Oleh karena itu, kemampuan menyusun RPP yang terintegrasi dengan materi Bangga Kencana menjadi hal yang sangat penting untuk diperkuat dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
Materi Komprehensif untuk Pengembangan SDM
Workshop yang diselenggarakan fokus pada peningkatan keterampilan guru dalam menyusun RPP berbasis materi Bangga Kencana agar dapat langsung diterapkan dalam proses belajar mengajar di sekolah. Kegiatan menghadirkan narasumber dari Kepala Sekolah SMA Kristen Rehoboth dan dari BKKBN Maluku yang memaparkan kebijakan, strategi SSK, serta praktik penyusunan RPP terintegrasi.
Materi Sekolah Siaga Kependudukan mencakup beberapa topik utama, antara lain konsep dasar kependudukan, teori kependudukan, komponen kependudukan, dan pembangunan berwawasan kependudukan. Selain itu, peserta juga mempelajari isu-isu kependudukan, program keluarga balita dan anak, program keluarga remaja, program keluarga lansia dan rentan, hingga program pemberdayaan ekonomi keluarga.
Materi tambahan meliputi konsep dasar generasi berencana, perencanaan masa depan, konsep dasar kesehatan reproduksi, pencegahan perilaku berisiko pada remaja, dan pencegahan stunting. Jangkauan materi yang luas dirancang agar guru dapat mengintegrasikan isu-isu kependudukan dalam berbagai mata pelajaran.
Harapan Peningkatan Kualitas SDM Maluku
Melalui kegiatan peningkatan kapasitas ini, diharapkan para guru mampu mengintegrasikan materi kependudukan dalam mata pelajaran sehingga siswa dapat terpapar dengan masalah kependudukan secara berkelanjutan. Upaya ini diproyeksikan dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia di Provinsi Maluku ke depannya.