Guru Besar Unpatti Fransina Latumahina Bawa Kain Tenun Tanimbar ke Festival Indonesia Melbourne 2026

Penulis: Sutomo  •  Jumat, 23 Oktober 2026 | 12:01:31 WIB
Fransina Latumahina membawa kain tenun Tanimbar melalui Azael Collection ke Festival Indonesia Melbourne 2026.

AMBON — Azael Collection, UMKM yang dikembangkan Fransina, lolos seleksi dari sekian banyak peserta yang dikurasi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Melbourne. Keikutsertaan itu menempatkan produk berbahan kain tenun Tanimbar sejajar dengan lima UMKM Indonesia lain yang dinilai siap menembus pasar ekspor.

Fransina sehari-hari mengajar di Jurusan Kehutanan Unpatti. Di luar kegiatan pendidikan dan penelitian, ia menggarap produk kreatif yang mengangkat kekayaan budaya Maluku.

Dari Kampus Kehutanan ke Ranah Fesyen

Kiprah Fransina di dunia fesyen berangkat dari usaha mengolah potensi budaya daerah menjadi produk bernilai jual. Kain tenun Tanimbar dan motif etnik Maluku tidak berhenti sebagai identitas visual, tetapi dijadikan unsur utama dalam produk fesyen dan aksesori.

Langkah itu menyasar peningkatan nilai tambah komoditas lokal. Produk yang lahir dari motif tradisional punya jangkauan konsumen lebih luas ketimbang kain lembaran yang dijual apa adanya.

Bagi Unpatti, keterlibatan dosen dalam usaha berbasis potensi lokal menjadi bentuk kontribusi akademisi di tengah masyarakat. Pengetahuan dan pengalaman dosen dipakai untuk memperkuat kapasitas usaha serta membuka peluang pemasaran.

Enam UMKM Lolos Kurasi KBRI Melbourne

Festival Indonesia Melbourne 2026 berlangsung 22–24 Oktober 2026. Rangkaian acara mencakup pertemuan business-to-business antara pelaku usaha Indonesia dan mitra dagang Australia.

Kurasi dilakukan KBRI Melbourne sebelum keenam UMKM berangkat. Seleksi itu menyaring peserta yang dinilai punya kualitas produk dan kesiapan produksi memadai.

Azael Collection akan membawa produk fesyen dan aksesori bermotif etnik Maluku, termasuk yang berbahan atau bermotif kain tenun Tanimbar.

Kualitas Produk Jadi Ujian Berikutnya

Peluang masuk pasar internasional membawa tantangan tersendiri bagi pelaku UMKM. Selain menjaga karakter budaya, pengembangan usaha menuntut perhatian pada kualitas produk, kapasitas produksi, pengelolaan usaha, dan kesinambungan pasokan bahan baku.

Empat faktor itu menentukan apakah produk bisa memenuhi permintaan pembeli luar negeri secara konsisten. Tanpa kesiapan produksi, pesanan awal dari pasar Australia berisiko tidak terpenuhi.

Bagi Fransina, ajang di Melbourne menjadi uji pertama Azael Collection di pasar mancanegara. Hasil dari rangkaian B2B 22–24 Oktober nanti akan menunjukkan seberapa jauh kain tenun Tanimbar diterima konsumen Australia.

Reporter: Sutomo
Sumber: beritabeta.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top