AMBON — Kegiatan yang diinisiasi TNI Angkatan Laut melalui Kodaeral IX Ambon itu menjadi ruang bagi pemerintah daerah dan aparat untuk menyamakan pemahaman soal penerimaan masyarakat terhadap proyek strategis di Maluku. Seminar mengusung tema "Dengan Komunikasi Sosial TNI, Kita Dukung Program Pemerintah dalam Mewujudkan Asta Cita Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045".
Vanath dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada TNI AL atas inisiatif penyelenggaraan seminar. Menurutnya, pembangunan tidak hanya membutuhkan anggaran, teknologi, dan infrastruktur, tetapi juga kepercayaan, komunikasi yang efektif, serta dukungan masyarakat.
Belanja Pemerintah Masih Dominan, Investasi Swasta Dibutuhkan
Wagub menegaskan investasi berperan penting mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, terutama lewat penciptaan lapangan kerja dan peningkatan aktivitas ekonomi warga. Ia menyoroti struktur pertumbuhan ekonomi Maluku yang selama ini masih banyak ditopang belanja pemerintah, baik belanja pegawai maupun proyek APBN dan APBD.
"Pertumbuhan ekonomi Maluku selama ini masih banyak ditopang oleh belanja pemerintah, baik melalui belanja pegawai maupun proyek APBN dan APBD. Karena itu, kita membutuhkan investasi swasta yang lebih besar agar aktivitas ekonomi semakin berkembang dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," ujarnya.
Karena itu, Vanath mengajak seluruh pemangku kepentingan — TNI, pemerintah daerah, tokoh adat, dan masyarakat — membangun sinergi mendukung keberlanjutan Proyek Lapangan Abadi Blok Masela. Proyek tersebut dinilai bukan sekadar urusan energi, tetapi juga menyangkut dimensi sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat sekitar.
Stabilitas Sosial Jadi Kunci Kepercayaan Investor
Menurut Vanath, keberlanjutan proyek strategis berkaitan erat dengan kepercayaan investor terhadap iklim investasi daerah. Stabilitas, komunikasi, dan kepastian sosial disebutnya sebagai aspek yang perlu dijaga bersama, bukan hanya oleh pemerintah.
Ia juga mengingatkan agar seluruh potensi dampak sosial dan lingkungan diperhitungkan secara matang sejak tahap persiapan hingga operasional proyek. Langkah mitigasi diperlukan agar pembangunan memberi manfaat jangka panjang tanpa mengabaikan kepentingan warga setempat, termasuk ketika kegiatan operasional perusahaan berakhir.
Pemerintah Provinsi Maluku, lanjutnya, berkomitmen mendukung iklim investasi yang kondusif melalui kolaborasi lintas sektor. Dukungan itu tetap disertai perhatian pada keberlanjutan pembangunan, kesejahteraan masyarakat, serta kearifan lokal.
Hadir Forkopimda hingga Akademisi
Seminar dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Maluku, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, para pejabat utama Kodaeral IX Ambon, dan Anggota DPRD Provinsi Maluku. Turut hadir Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia yang mengikuti kegiatan secara daring, Penasihat Ahli Kepala SKK Migas Bidang Kemaritiman, Rektor UIN A.M. Sangadji, serta Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku.
Sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama, pimpinan instansi vertikal, narasumber, akademisi, dan moderator juga hadir dalam forum tersebut. Melalui seminar ini, pemerintah daerah berharap terbangun kesamaan pemahaman dan komitmen bersama dalam mengawal keberlanjutan Proyek Lapangan Abadi Blok Masela sebagai salah satu investasi strategis yang diharapkan mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Maluku.