MALUKU — PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) menggelontorkan USD8,5 juta untuk eksplorasi Tambang Emas Toka Tindung di Sulawesi Utara hingga kuartal III-2026. Belanja eksplorasi itu menopang pengeboran di 244 titik sepanjang Januari-September. Langkah ARCI menyasar penemuan sumber daya mineral baru yang bernilai ekonomis.
Paragraf pembuka: Eksplorasi ARCI dijalankan lewat dua anak usaha, PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN). Keduanya memegang Kontrak Karya atas wilayah tambang yang membentang di Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Bitung, Sulawesi Utara.
Sepanjang periode Januari-September, ARCI mengebor 244 titik dengan total kedalaman sekitar 70.138 meter. Pekerjaan itu dipercayakan kepada PT Maxidrill Indonesia.
Dua metode dipakai: Diamond Drilling (DD) dan Reverse Circulation (RC). Kombinasi keduanya lazim digunakan untuk memetakan struktur batuan sekaligus mengambil sampel mineral di kedalaman berbeda.
ARCI menetapkan area eksplorasi secara selektif. Dasar pertimbangannya adalah hasil kegiatan eksplorasi historis yang mengindikasikan potensi mineralisasi.
Data dan interpretasi geologi yang tersedia turut menjadi acuan. Tujuannya satu: memperbesar peluang menemukan sumber daya mineral yang bernilai ekonomis, bukan sekadar menambah volume pengeboran.
Tambang Emas Toka Tindung dikelola melalui dua Kontrak Karya milik MSM dan TTN. Total luas konsesi mencapai 39.817 hektare.
Wilayahnya mencakup Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Bitung. Dengan bentang sebesar itu, aktivitas eksplorasi menuntut perencanaan lokasi yang presisi agar belanja tidak habis di area tanpa potensi.
Penutup: Belanja eksplorasi USD8,5 juta menjadi sinyal bahwa ARCI masih menaruh taruhan pada penambahan cadangan di Toka Tindung. Bagi pemegang saham, hasil pengeboran inilah yang kelak menentukan seberapa panjang umur tambang emas perseroan di Sulawesi Utara.