UMKM Ambon Azael Collection Lolos Kurasi KBRI Melbourne, Bawa Tenun Tanimbar ke Festival Indonesia 2026

Penulis: Sutomo  •  Minggu, 18 Oktober 2026 | 14:31:01 WIB
Azael Collection asal Ambon membawa kain tenun Tanimbar ke Festival Indonesia Melbourne 2026.

AMBON — Azael Collection dirintis Prof. Dr. Ir. Fransina Latumahina, guru besar Jurusan Kehutanan Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon. Keikutsertaan di Melbourne menjadi jalan memperkenalkan identitas budaya Maluku ke pasar internasional sekaligus membuka peluang pemasaran dan kerja sama bisnis di luar negeri.

Kain Tenun Tanimbar Jadi Produk Unggulan

Fransina menyebut produk yang dibawa ke Australia mencakup beragam busana dan aksesori bermotif etnik Maluku. Kain tenun Tanimbar dipilih sebagai salah satu produk unggulan.

"Kain tenun Tanimbar merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Maluku yang menyimpan nilai seni, keterampilan, dan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun," ujarnya.

Lewat produk tersebut, Azael Collection ingin menunjukkan kekayaan budaya Maluku tidak berhenti pada nilai tradisi. Kain tenun dinilai berpotensi dikembangkan menjadi fesyen modern yang bersaing di pasar global tanpa menghilangkan identitas motifnya.

Satu dari Enam UMKM yang Lolos Kurasi

Kesempatan tampil di Australia terbuka setelah Azael Collection dinyatakan lolos proses kurasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Melbourne. Berdasarkan informasi dari pihak usaha, Azael Collection menjadi satu dari enam UMKM Indonesia yang terpilih.

Bagi Fransina, keikutsertaan ini bukan sekadar membawa produk ke luar negeri. Momentum tersebut dipakai memperkenalkan identitas dan kreativitas masyarakat Maluku kepada khalayak internasional.

Agenda B2B hingga Festival Indonesia Melbourne

Rangkaian kegiatan pada 22–24 Oktober 2026 mencakup agenda business-to-business (B2B) dan Festival Indonesia Melbourne 2026. Pada agenda B2B, pelaku UMKM memperkenalkan produk kepada calon mitra usaha, distributor, pembeli, serta pihak lain yang berpotensi menjalin kerja sama komersial.

Festival Indonesia Melbourne menjadi ruang promosi produk, seni, dan budaya Indonesia kepada masyarakat yang lebih luas. Azael Collection memanfaatkan kedua agenda untuk memperluas jejaring usaha dan menjajaki peluang pemasaran di pasar Australia.

Peluang tersebut tetap perlu diikuti kesiapan produksi, konsistensi kualitas, strategi harga, dan pengembangan desain. Tanpa itu, produk sulit memenuhi kebutuhan pasar internasional.

Dosen Unpatti yang Merangkap Pelaku UMKM

Keterlibatan Fransina sebagai akademisi sekaligus pelaku UMKM menunjukkan peran dosen tidak terbatas pada pendidikan dan penelitian. Ia turut berkontribusi pada pengembangan kewirausahaan dan ekonomi kreatif berbasis potensi daerah.

Di Maluku, pengembangan fesyen etnik berpeluang memperkuat hubungan antara pelaku usaha, perajin, dan masyarakat pemilik tradisi. Kolaborasi itu penting agar promosi budaya tidak berhenti pada pengenalan produk, tetapi membuka peluang ekonomi bagi perajin yang mempertahankan keterampilan tradisional.

Fransina berharap momentum ini menjadi pintu masuk kerja sama bisnis berkelanjutan. Sekaligus memperluas pasar produk kreatif asal Maluku.

Reporter: Sutomo
Sumber: tribun-maluku.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top