Warga Ambon Soroti Lampu Jalan Padam dan Trotoar Dipakai Pedagang Saat Tren Olahraga Malam Meningkat

Penulis: Fajar  •  Senin, 12 Oktober 2026 | 17:01:02 WIB
Warga melintas di kawasan depan Kodam XV/Pattimura, Ambon, yang minim penerangan pada malam hari.

AMBON — Warga Kota Ambon, M. Arifin, menyampaikan keluhan soal minimnya penerangan di kawasan depan Kodam XV/Pattimura yang kerap digunakan komunitas olahraga untuk beraktivitas pada malam hari. Ia menilai kondisi itu membahayakan pejalan kaki maupun pengguna jalan lainnya.

Arifin meminta Pemerintah Kota Ambon melalui dinas terkait bergerak cepat memperbaiki lampu jalan yang padam. Menurutnya, perbaikan mendesak dilakukan agar aktivitas warga pada malam hari tidak memicu risiko kecelakaan atau tindak kejahatan.

Lampu Padam di Tengah Tren Olahraga Malam

Tren olahraga jalan kaki pada malam hari disebut Arifin tengah berkembang di Kota Ambon. Namun fasilitas penerangan jalan umum yang tersedia belum sepenuhnya mendukung kebiasaan baru warga tersebut.

"Saat ini olahraga jalan kaki di malam hari tengah menjadi tren. Kami minta Pemkot melalui dinas terkait segera memperbaiki lampu jalan yang padam supaya mencegah hal-hal yang tidak diinginkan bersama," kata Arifin, Senin (12/10/2026).

Ia berharap dinas terkait turun langsung memeriksa titik-titik lampu yang rusak. Perbaikan dinilai penting agar slogan kota terang di malam hari benar-benar terwujud, bukan sekadar menjadi semboyan.

"Kami harap dinas terkait dapat segera turun dan membenahi lampu jalan yang rusak agar slogan kota terang di malam hari dapat benar-benar terwujud," ungkapnya.

Trotoar Jalan Telukabessy Dipakai Pedagang Berjualan

Selain persoalan penerangan, Arifin menyoroti trotoar di Jalan Telukabessy yang dimanfaatkan pedagang untuk berjualan. Kondisi itu membuat ruang bagi pejalan kaki menyempit, terutama saat warga berolahraga pada malam hari.

Ia meminta Pemkot Ambon menertibkan pedagang yang menggunakan trotoar sebagai tempat berjualan. Penertiban dinilai perlu agar kenyamanan pejalan kaki tetap terjaga.

"Pemerintah Kota juga harus segera menertibkan para pedagang yang memanfaatkan trotoar sebagai tempat berjualan. Ini sangat menggangu kenyamanan kami," ujarnya.

Dorong Realisasi Slogan Kota Terang di Malam Hari

Keluhan warga ini sekaligus mempertanyakan realisasi slogan "Ambon Bersih di Siang Hari, Terang di Malam Hari". Arifin menilai Pemkot Ambon tidak cukup hanya mengandalkan slogan tanpa perbaikan nyata di lapangan.

Perbaikan penerangan jalan dan penertiban trotoar disebutnya sebagai dua langkah mendesak. Keduanya dinilai menentukan agar aktivitas warga pada malam hari, termasuk olahraga, berlangsung aman dan nyaman.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemkot Ambon atau dinas terkait mengenai jadwal perbaikan lampu jalan dan penertiban trotoar di kawasan tersebut.

Reporter: Fajar
Sumber: potretmaluku.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top