AMBON — Wakil Gubernur Maluku menegaskan bahwa kekayaan tradisi lokal Negeri Laha, terutama kuliner nasi kelapa, punya nilai jual yang bisa menarik pengunjung dari berbagai daerah. Potensi itu dinilainya dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga.
Menurut Wagub, upaya mendatangkan lebih banyak pengunjung harus ditopang lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman. Dengan begitu, masyarakat dari berbagai daerah bisa berkunjung, menikmati kuliner khas, sekaligus membeli produk UMKM setempat.
Nasi Kelapa Jadi Daya Tarik, Wagub Minta Warga Ciptakan Kenyamanan Pengunjung
Wagub menempatkan kenyamanan pengunjung sebagai kunci agar potensi kuliner dan UMKM di Negeri Laha tidak berhenti sebagai cerita. Menurutnya, semakin banyak orang datang dan berbelanja, semakin besar dampaknya bagi perekonomian masyarakat.
"Yang kita harapkan adalah semakin banyak orang datang ke sini dan berbelanja. Potensi kuliner seperti nasi kelapa sudah menjadi daya tarik tersendiri. Tetapi, yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita menciptakan kenyamanan bagi setiap orang yang berkunjung," ujarnya.
Kerukunan Muslim dan Non-Muslim Disebut Modal Sosial Pembangunan
Selain soal ekonomi, Wagub menegaskan pentingnya menjaga persaudaraan dan merawat harmoni antarumat beragama sebagai fondasi kehidupan masyarakat Maluku. Kepercayaan dan sikap saling menghormati antara masyarakat Muslim dan non-Muslim harus terus diperkuat.
Bagi Wagub, harmoni itu bukan sekadar urusan sosial. Kerukunan dinilainya menjadi modal sosial untuk menjaga stabilitas keamanan sekaligus menciptakan iklim yang mendukung pembangunan daerah.
UMKM dan Kuliner Lokal Jadi Pintu Masuk Pertumbuhan Ekonomi Negeri Laha
Pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah disebut Wagub sebagai salah satu jalan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Negeri Laha. Kuliner khas dan produk UMKM setempat diposisikan sebagai magnet yang bisa menarik perhatian pengunjung.
Dengan kombinasi kerukunan yang terjaga dan lingkungan yang nyaman, Wagub berharap Negeri Laha semakin sering dikunjungi. Dampaknya diharapkan terasa langsung pada pendapatan warga yang berjualan kuliner dan produk UMKM.