MALUKU — Chief Executive Officer Alva, Purbaja Pantja, menyebut capaian 20.000 unit sebagai indikator meluasnya penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Pernyataan itu disampaikan lewat keterangan resmi perusahaan pada 2026.
“Seiring meningkatnya edukasi dan pemahaman masyarakat terhadap manfaat kendaraan listrik, semakin banyak pengguna yang menjadikan motor listrik sebagai kendaraan utama untuk aktivitas sehari-hari. Kami berterima kasih kepada seluruh pengguna yang telah menjadi bagian dari perjalanan ini, dan akan terus menghadirkan pengalaman berkendara yang semakin baik ke depannya,” ujar Purbaja.
78 Juta Kilometer Tercatat dari Perjalanan Harian
Hingga Juni 2026, pengguna Alva tercatat menempuh lebih dari 78 juta kilometer. Data itu menjadi gambaran bahwa motor listrik dipakai untuk mobilitas rutin, bukan hanya perjalanan pendek di sekitar rumah.
Pertumbuhan pengguna juga diikuti pengembangan produk, infrastruktur pengisian daya, layanan purnajual, dan teknologi pendukung. Di DI Yogyakarta, jumlah konektor Boost Charge mencapai 64 unit hingga September 2026, naik dari 29 konektor pada Desember 2025.
Penambahan jaringan pengisian daya itu memberi pengguna lebih banyak pilihan untuk perjalanan dengan jarak yang beragam, termasuk rute yang sebelumnya sulit dijangkau dengan motor listrik.
N3 Next Gen dan Personalisasi Lewat AIPRO
Pengalaman berkendara dikembangkan melalui Alva Intelligent Personalized Riding Optimizer (AIPRO) yang tersedia di MyAlva App untuk pengguna N3 Next Gen. Fitur ini memungkinkan pengguna mengatur karakter berkendara sesuai kebutuhan.
Fitur yang tersedia meliputi Hill Start Assist dan Hill Descent Assist, Regenerative Braking, serta Ride Mode Limiter yang bisa dipakai bersama fitur Bike Sharing. Dari sisi produk, N3 Next Gen memiliki jarak tempuh hingga 140 kilometer dan kecepatan maksimum 80 km/jam.
Berdasarkan data perjalanan pengguna, N3 Next Gen dipakai untuk perjalanan rata-rata 35 kilometer per hari dengan biaya Rp1.237. Dibandingkan motor berbahan bakar bensin pada jarak yang sama, Alva menyebut pengguna bisa menghemat sekitar 79 persen atau setara Rp140.000 per bulan.
Layanan Purnajual dan Jaringan After Sales
Dukungan konsumen diberikan melalui customer service dan roadside assistance 24 jam, warranty, gratis paket data, akses gratis pengisian daya di Boost Charge, serta jaringan After Sales Partner di lebih dari 130 lokasi. Layanan itu menjadi bagian dari dukungan Alva selama masa kepemilikan kendaraan.
TKDN di Atas 40 Persen, R&D dan Manufaktur di Cikarang
Pertumbuhan pengguna diikuti penguatan kapabilitas Alva sebagai produsen kendaraan listrik dalam negeri. Merek asli Indonesia ini memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) di atas 40 persen serta mengembangkan teknologi dan kekayaan intelektual (IP) lokal.
Perusahaan juga memiliki fasilitas penelitian dan pengembangan (R&D) serta manufaktur di Cikarang. Fasilitas tersebut telah mengantongi sertifikasi ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, dan INDI 4.0.