MALUKU — Paragraf pembuka: Kilang Cilacap, Jawa Tengah, disiapkan menjadi lokasi produksi Sustainable Aviation Fuel (SAF) yang memanfaatkan used cooking oil sebagai salah satu bahan bakunya. VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menyebut kilang berkapasitas 348 ribu barel per hari itu sebagai fasilitas strategis dalam ekosistem energi Pertamina. "Kilang Cilacap menjadi salah satu fasilitas strategis dalam ekosistem energi Pertamina. Dengan kapasitas pengolahan mencapai 348 ribu barel per hari, kilang ini memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan energi nasional," ujar Kitty, dikutip Jumat, 11 September.
Proyek Green Refinery Pertama di Indonesia
Pengembangan SAF disebut Kitty sebagai bagian dari perjalanan Pertamina Patra Niaga menghadirkan produk dan layanan energi yang relevan dengan perkembangan industri, termasuk kebutuhan sektor penerbangan terhadap bahan bakar yang lebih berkelanjutan. Menurutnya, keberlanjutan dan ketahanan energi perlu dibangun bersamaan, bukan berjalan sendiri-sendiri.
Fasilitas ini menjadi bagian penting dalam ekosistem energi Pertamina sekaligus lokasi produksi SAF. Bahan bakunya memanfaatkan UCO atau used cooking oil.
Dampak Ekonomi dan Nilai Investasi
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Hermawan Budiantoro menjelaskan, proyek kilang untuk SAF dapat mendongkrak produk domestik bruto sebesar Rp199 triliun per tahun. Pembangunan kilang bahan bakar hijau ini akan dilakukan di atas lahan seluas 17,5 hektare di dekat Kilang Unit IV Cilacap.
Anggaran yang disiapkan mencapai 1,1 miliar dolar AS. Dengan estimasi kurs Rp16.000 per dolar AS, nilai investasi tersebut setara sekitar Rp17,6 triliun.
Target Operasi 2029
Hermawan menyebutkan target pelaksanaan engineering, procurement, and construction (EPC) pada 2027. Harapannya, kilang tersebut sudah on-stream pada 2029. "Nanti mulai EPC-nya, targetnya adalah di tahun 2027. Jadi engineering, procurement, and construction ya, kemudian harapannya nanti on-stream-nya di tahun 2029," tandas dia.
Penutup: Jika terealisasi, Kilang Cilacap akan menjadi tonggak produksi bahan bakar ramah lingkungan skala besar di Indonesia sekaligus memperkuat kemandirian energi hijau nasional.