MALUKU — Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao menyebut capaian tersebut sebagai modal untuk memperluas lini produk yang mencakup kebutuhan harian di perkotaan hingga perjalanan keluarga. Pernyataan itu disampaikan dalam kegiatan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) di Bandung, Jawa Barat, Kamis.
Jawa Barat Jadi Kantong Terbesar BYD
Dari total nasional, kontribusi Jawa Barat tercatat signifikan. Sepanjang 2024 hingga Juli 2026, lebih dari 12.000 unit kendaraan listrik BYD terjual di provinsi tersebut.
Eagle menilai penerimaan konsumen Jawa Barat terhadap kendaraan elektrifikasi menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan mereknya di tanah air.
"Hal ini menunjukkan semakin kuatnya penerimaan masyarakat Indonesia khususnya Jawa Barat terhadap kendaraan elektrifikasi sekaligus menjadikan wilayah ini bagian penting dalam perkembangan BYD di Indonesia," kata Eagle.
20 Diler Beroperasi, Target 31 Lokasi
Untuk menopang penjualan, BYD bersama Denza telah mengoperasikan 20 jaringan penjualan di titik strategis Jawa Barat. Jumlah itu dijadwalkan bertambah hingga 31 lokasi.
"Pencapaian ini turut diperkuat oleh ekspansi jaringan BYD Group di Jawa Barat, dengan 20 diler yang saat ini telah beroperasi dan jumlahnya akan terus bertambah hingga mencapai 31 lokasi," ujar Eagle.
BYD M6 Masih Jadi Primadona Konsumen Jabar
Dari sisi preferensi, MPV listrik keluarga BYD M6 tetap menjadi pilihan utama masyarakat Jawa Barat. Kapasitas besar model ini dinilai cocok untuk mobilitas keluarga, baik di dalam kota maupun antarwilayah.
Eagle berharap tren positif ini berlanjut agar BYD dapat memperkuat kontribusi terhadap akselerasi adopsi kendaraan listrik nasional. Targetnya sejalan dengan upaya pemerintah menekan emisi karbon dari sektor transportasi.
"Sejalan dengan perkembangan tersebut, BYD terus menghadirkan pilihan teknologi yang dapat mengikuti beragam karakter mobilitas masyarakat, mulai dari penggunaan sehari-hari di kawasan perkotaan hingga perjalanan bersama keluarga," kata Eagle.