MALUKU — Masyarakat yang berencana investasi emas batangan hari ini tak perlu khawatir dengan gejolak harga. Berdasarkan data resmi Pegadaian, harga emas Antam, UBS, maupun Galeri 24 tidak bergerak alias sama dengan posisi Selasa (8/9/2026).
Kestabilan ini bisa menjadi momen yang tepat bagi calon pembeli untuk membandingkan harga sebelum memutuskan membeli. Sebab, meski sama-sama menjual emas bersertifikat, ketiganya memiliki selisih harga yang cukup terasa, terutama untuk pecahan kecil.
Galeri 24 Paling Murah, Antam Paling Populer
Untuk ukuran 0,5 gram, emas Galeri 24 dibanderol dengan harga paling rendah di antara kompetitornya. Sementara itu, emas Antam yang biasanya menjadi primadona karena likuiditasnya tinggi, tetap membanderol harga premium untuk setiap gramnya.
Berikut rincian harga emas Antam di Pegadaian hari ini:
- 0,5 gram: Rp1.385.000
- 1 gram: Rp2.667.000
- 2 gram: Rp5.272.000
- 3 gram: Rp7.883.000
- 5 gram: Rp13.104.000
- 10 gram: Rp26.152.000
- 25 gram: Rp65.252.000
- 50 gram: Rp130.423.000
- 100 gram: Rp260.766.000
Harga tersebut adalah patokan untuk pembelian langsung di outlet Pegadaian. Perlu dicatat, harga emas Antam di Pegadaian biasanya lebih tinggi beberapa ribu rupiah dibandingkan harga logam mulia di gerai resmi Antam, karena sudah termasuk biaya administrasi dan sertifikasi.
Selisih Tipis, Pilih Sesuai Kebutuhan
Bagi investor pemula yang ingin mulai dengan modal kecil, emas Galeri 24 bisa menjadi pilihan tepat karena harga per gramnya lebih rendah. Namun, jika tujuan utamanya adalah investasi jangka panjang dan kemudahan menjual kembali, emas Antam tetap menjadi acuan pasar yang paling likuid.
Pegadaian sendiri menyediakan layanan pembelian emas mulai dari 0,5 gram hingga 100 gram. Transaksi dapat dilakukan langsung di kantor cabang atau melalui aplikasi Pegadaian Digital untuk memudahkan masyarakat memantau pergerakan harga secara real-time.
Dengan harga yang cenderung stabil di tengah fluktuasi pasar global, emas tetap menjadi instrumen lindung nilai yang diminati. Keputusan membeli emas batangan kini kembali ke kebutuhan masing-masing, apakah mengutamakan harga termurah atau preferensi merek dengan tingkat likuiditas tinggi.