AMBON — Stasiun Klimatologi Maluku-BMKG memastikan seluruh wilayah Maluku telah memasuki musim kemarau 2026. Kondisi ini ditandai dengan curah hujan yang diprediksi berada pada kategori rendah dalam beberapa bulan ke depan.
Puncak musim kemarau diprakirakan terjadi pada September 2026 di sebagian besar wilayah. Sifat musim kemarau kali ini didominasi Bawah Normal, yang artinya curah hujan diprediksi lebih kering dibanding kondisi rata-ratanya.
Curah Hujan Juli-November 2026: Kategori Rendah Mendominasi
Berdasarkan analisis Stasiun Klimatologi Maluku-BMKG, curah hujan pada Juli 2026 berada di kategori rendah, yakni 0 hingga 100 milimeter per bulan. Sifat hujan pada bulan tersebut didominasi Bawah Normal.
Pengecualian terjadi di Kabupaten Kepulauan Aru yang mencatat sifat hujan Normal. Kondisi serupa berlanjut pada September 2026, ketika seluruh wilayah Maluku diprediksi berada pada kategori curah hujan rendah dengan sifat hujan didominasi Bawah Normal.
Memasuki Oktober dan November 2026, pola serupa masih bertahan. Curah hujan di seluruh wilayah Maluku diprediksi rendah dengan sifat hujan Bawah Normal.
Dua Kabupaten Jadi Pengecualian
BMKG mencatat sejumlah wilayah yang diprakirakan memiliki sifat hujan Normal di tengah dominasi kondisi kering. Pada September 2026, sifat hujan Normal diprakirakan terjadi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Sementara itu, kondisi Normal pada periode musim kemarau diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kepulauan Aru dan Kepulauan Tanimbar. Panjang musim kemarau di dua wilayah itu diperkirakan lebih dari tiga dasarian.
Musim Kemarau Panjang, Warga Diminta Waspada
Dominasi sifat hujan Bawah Normal secara beruntun menunjukkan potensi musim kemarau yang relatif panjang di sebagian besar wilayah Maluku. Kondisi ini perlu diantisipasi, terutama untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Wilayah dengan curah hujan rendah dalam waktu lama juga berpotensi mengalami kekeringan, yang berdampak pada sektor pertanian dan ketahanan pangan lokal. BMKG mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk mempersiapkan langkah mitigasi sejak dini.