Pencarian

Mengasah Batu Bacan di Maluku Bisa Ubah Warna, Prosesnya Tak Berhenti di Tahap Awal

Senin, 31 Agustus 2026 • 23:04:11 WIB
Mengasah Batu Bacan di Maluku Bisa Ubah Warna, Prosesnya Tak Berhenti di Tahap Awal
Mengasah batu bacan di Maluku membuka lapisan luar batu sehingga warna alaminya mulai tampak.

MALUKU — Batu bacan, komoditas andalan Maluku yang terkenal hingga mancanegara, kembali menjadi sorotan lewat kunjungan rombongan artis yang mencoba langsung mengasah batu tersebut. Dalam tayangan Celebrity on Vacation Trans TV, para artis itu tampak berlatih mengasah bacan untuk memahami bagaimana proses ini mengubah tampilan batu.

Mengasah merupakan tahap awal yang krusial. Gesekan dan tekanan pada permukaan batu akan membuka lapisan luar sehingga warna alami bacan mulai muncul. Namun, kegiatan ini hanyalah permulaan dari rangkaian panjang pengolahan batu bacan.

Proses Lanjutan Setelah Pengasahan

Setelah tahap mengasah selesai, batu bacan masih harus melalui proses pemolesan atau polishing. Tahap ini bertujuan menghaluskan permukaan batu hingga mengkilap, sekaligus mengunci warna yang sudah terbentuk.

Pada proses inilah kualitas akhir batu bacan ditentukan. Batu yang diasah dengan benar akan menghasilkan warna yang cerah dan merata, sementara teknik yang kurang tepat bisa membuat warna batu terlihat kusam.

Mengapa Warna Batu Bacan Bisa Berbeda

Setiap bongkahan bacan memiliki karakteristik warna yang berbeda-beda, mulai dari hijau tua, hijau muda, hingga kebiruan. Perbedaan ini tidak hanya ditentukan oleh asal tambang, tetapi juga oleh cara pengolahan.

Kunjungan para artis ini sekaligus memperlihatkan bahwa mengasah bacan bukan pekerjaan sederhana. Dibutuhkan ketelitian dan pengalaman agar batu tidak pecah atau warnanya tidak keluar maksimal.

Dampak bagi Kerajinan Lokal Maluku

Eksposur lewat tayangan televisi nasional dinilai mampu mendongkrak minat masyarakat terhadap batu bacan. Para perajin lokal berharap semakin banyak orang mengenal proses pembuatan batu bacan berkualitas, yang selama ini menjadi sumber penghidupan sebagian warga Maluku.

Bagi perajin, pengenalan proses pengasahan dan pemolesan lewat media juga membuka peluang edukasi. Konsumen yang paham proses pembuatannya cenderung lebih menghargai nilai sebuah batu bacan yang telah melalui tahapan panjang.

Follow kabartual.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: 20.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks