MALUKU — Batu bacan, komoditas andalan Maluku yang terkenal hingga mancanegara, kembali menjadi sorotan lewat kunjungan rombongan artis yang mencoba langsung mengasah batu tersebut. Dalam tayangan Celebrity on Vacation Trans TV, para artis itu tampak berlatih mengasah bacan untuk memahami bagaimana proses ini mengubah tampilan batu.
Mengasah merupakan tahap awal yang krusial. Gesekan dan tekanan pada permukaan batu akan membuka lapisan luar sehingga warna alami bacan mulai muncul. Namun, kegiatan ini hanyalah permulaan dari rangkaian panjang pengolahan batu bacan.
Proses Lanjutan Setelah Pengasahan
Setelah tahap mengasah selesai, batu bacan masih harus melalui proses pemolesan atau polishing. Tahap ini bertujuan menghaluskan permukaan batu hingga mengkilap, sekaligus mengunci warna yang sudah terbentuk.
Pada proses inilah kualitas akhir batu bacan ditentukan. Batu yang diasah dengan benar akan menghasilkan warna yang cerah dan merata, sementara teknik yang kurang tepat bisa membuat warna batu terlihat kusam.
Mengapa Warna Batu Bacan Bisa Berbeda
Setiap bongkahan bacan memiliki karakteristik warna yang berbeda-beda, mulai dari hijau tua, hijau muda, hingga kebiruan. Perbedaan ini tidak hanya ditentukan oleh asal tambang, tetapi juga oleh cara pengolahan.
Kunjungan para artis ini sekaligus memperlihatkan bahwa mengasah bacan bukan pekerjaan sederhana. Dibutuhkan ketelitian dan pengalaman agar batu tidak pecah atau warnanya tidak keluar maksimal.
Dampak bagi Kerajinan Lokal Maluku
Eksposur lewat tayangan televisi nasional dinilai mampu mendongkrak minat masyarakat terhadap batu bacan. Para perajin lokal berharap semakin banyak orang mengenal proses pembuatan batu bacan berkualitas, yang selama ini menjadi sumber penghidupan sebagian warga Maluku.
Bagi perajin, pengenalan proses pengasahan dan pemolesan lewat media juga membuka peluang edukasi. Konsumen yang paham proses pembuatannya cenderung lebih menghargai nilai sebuah batu bacan yang telah melalui tahapan panjang.