Sebanyak 404 siswa dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Maluku Tengah resmi tercatat sebagai pelajar Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Maluku Tengah yang berlokasi di Kelurahan Hollo, Kecamatan Amahai. Mereka mengikuti proses pembelajaran gratis untuk jenjang SD, SMP, dan SMA pada tahun ajaran 2026, sebagai bagian dari Program Strategis Nasional Presiden.
MALTENG — Ribuan anak dari keluarga prasejahtera di Maluku Tengah kini memiliki akses pendidikan formal tanpa biaya. Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Maluku Tengah yang dibangun di Kelurahan Hollo, Kecamatan Amahai, resmi menampung 404 siswa untuk jenjang sekolah dasar hingga menengah atas pada tahun pendidikan 2026.
Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir menyebut kehadiran sekolah ini merupakan intervensi nyata pemerintah dalam membuka akses pendidikan layak bagi anak-anak kurang mampu. "Anak-anak ini mendapat kesempatan yang sangat berharga. Karena itu, jangan disia-siakan. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, bangun disiplin, karakter dan kepercayaan diri," kata dia di Ambon, Sabtu.
Rincian Siswa: 90 SD, 164 SMP, dan 150 SMA
Data dari Dinas Pendidikan setempat mencatat komposisi siswa yang diterima cukup berimbang. Sebanyak 90 siswa tercatat di jenjang sekolah dasar (SD), 164 siswa di tingkat sekolah menengah pertama (SMP), dan 150 siswa lainnya di jenjang sekolah menengah atas (SMA).
Gedung sekolah yang digunakan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar ini dibangun melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Maluku. Pembangunan infrastruktur pendidikan tersebut menjadi bagian dari Program Strategis Nasional Presiden Republik Indonesia.
Maluku Tengah Jadi Daerah Percontohan Program Nasional
Zulkarnain menegaskan bahwa Kabupaten Maluku Tengah menjadi salah satu kabupaten di Provinsi Maluku yang dipercaya memiliki Sekolah Rakyat. Kepercayaan ini menempatkan daerahnya sebagai percontohan dalam menjalankan program prioritas pemerintah pusat tersebut.
Menurut dia, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan gedung dan fasilitas fisik. Kualitas pendidikan, pembentukan karakter, serta pendampingan intensif terhadap para siswa menjadi kunci utama keberlanjutan program ini.
Guru Diminta Jadi Teladan, Orang Tua Wajib Bersinergi
Bupati meminta para guru dan tenaga kependidikan menjalankan tugas dengan mengedepankan keteladanan, kesabaran, dan komitmen dalam mendidik siswa. "Yang kita bangun di sini bukan hanya kemampuan akademik, tetapi juga karakter dan masa depan anak-anak," ujarnya.
Para orang tua juga diingatkan untuk membangun komunikasi dan kerja sama dengan pihak sekolah. Sinergi antara keluarga dan institusi pendidikan dinilai penting agar proses pendidikan dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak maksimal bagi perkembangan anak.
Zulkarnain turut mengajak para siswa untuk menjaga fasilitas serta kebersihan lingkungan sekolah. Ia berharap seluruh sarana yang telah disediakan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mengembangkan potensi diri dan meraih prestasi akademik maupun non-akademik.