Pencarian

Pemkot Ambon Bekali Pelajar dan Mahasiswa Bela Negara demi Lawan Hoaks dan Provokasi Digital

Jumat, 31 Juli 2026 • 09:59:01 WIB
Pemkot Ambon Bekali Pelajar dan Mahasiswa Bela Negara demi Lawan Hoaks dan Provokasi Digital
Wali Kota Ambon membuka pembinaan bela negara bagi pelajar dan mahasiswa di Ambon.

AMBON — Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menegaskan bahwa pembinaan kesadaran bela negara saat ini tidak lagi sekadar soal pertahanan fisik. Di tengah derasnya arus informasi digital, generasi muda dituntut mampu berpikir kritis dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Generasi muda dituntut untuk mampu berpikir kritis, memiliki literasi digital yang baik, mampu membedakan fakta dan opini, menolak hoaks, tidak mudah terprovokasi, dan tetap berpegang teguh pada UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945,” kata Bodewin dalam sambutannya.

Makna Bela Negara di Era Digital: Bukan Lagi Angkat Senjata

Menurut Bodewin, kontribusi nyata bela negara bisa diwujudkan melalui aktivitas sehari-hari yang produktif. Pelajar dan mahasiswa disebutnya memiliki peran strategis sebagai penjaga "benteng kognitif" bangsa dari pengaruh negatif teknologi.

“Bela negara di era saat ini diwujudkan melalui sikap, perilaku, dan kontribusi nyata dalam kehidupan sehari-hari, baik seorang pelajar dan mahasiswa yang menempuh pendidikan dengan sungguh-sungguh dan memiliki inovasi, maupun guru yang memberikan keteladanan,” ujarnya.

Mengapa Pembinaan Ini Menyasar Pelajar dan Mahasiswa?

Kegiatan bertema “Generasi Muda Penjaga Benteng Kognitif NKRI untuk Indonesia Emas 2045” ini diikuti oleh siswa tingkat SMP, SMA, SMK, serta mahasiswa di Kota Ambon. Mereka dianggap sebagai kelompok yang paling rentan terpapar informasi palsu sekaligus agen perubahan yang paling efektif.

Pembukaan kegiatan ini turut dihadiri Kepala Pusat Bela Negara Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Parhulutan Marpaung. Kehadiran pejabat pusat tersebut menandaskan bahwa program ini merupakan prioritas nasional dalam membangun karakter bangsa.

Landasan Hukum dan Target ke Depan

Pelaksanaan sosialisasi ini mengacu pada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, serta berbagai kebijakan nasional yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Bodewin berharap kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman pelajar dan mahasiswa mengenai peran serta tanggung jawab mereka dalam menjaga persatuan. Ia pun mengajak seluruh peserta untuk aktif merawat keberagaman yang ada di Maluku.

“Dengan adanya kegiatan seperti ini para peserta yang merupakan pelajar dan mahasiswa dapat mengerti dan memahami tugas dan tanggung jawab mereka hari ini. Mari sama-sama kita rawat keberagaman, jaga kebinekaan supaya Indonesia tetap ada dan berdaulat,” tutupnya.

Follow kabartual.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: terasmaluku.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks