Pencarian

Nothing Bantah Hengkang dari Pasar Global, Konfirmasi PHK 40% Karyawan di Tengah Penjualan Phone (4b) yang Lesu

Sabtu, 25 Juli 2026 • 10:18:01 WIB
Nothing Bantah Hengkang dari Pasar Global, Konfirmasi PHK 40% Karyawan di Tengah Penjualan Phone (4b) yang Lesu

MALUKU — Laporan yang pertama kali muncul dari Digit.in menyebutkan Nothing akan menghentikan penjualan di 12+ pasar global karena lesunya penjualan model terbaru. Namun, pihak Nothing segera memberikan klarifikasi: perusahaan tidak akan meninggalkan pasar-pasar tersebut, tetapi memang melakukan restrukturiasi internal yang melibatkan pengurangan tenaga kerja signifikan.

PHK Besar-besaran dan Restrukturisasi R&D

Menurut sumber internal yang dikutip Digit.in, sekitar 40% karyawan Nothing terkena dampak PHK. Divisi riset dan pengembangan di kantor pusat London serta fasilitas di China disebut mengalami pemangkasan paling parah. Nothing belum mengumumkan angka resmi terkait jumlah pasti karyawan yang terdampak.

Keputusan ini diambil di tengah tekanan persaingan ketat di segmen ponsel pintar entry-level dan mid-range. Nothing selama ini mengandalkan model budget seperti Phone (4a) dan Phone (4b) untuk mendongkrak volume.

Berapa Unit Terjual? Data Penjualan Phone (4a) dan (4b)

Nothing Phone (4b), varian terbaru yang dirilis awal bulan ini, hanya terjual sekitar 20.000 unit secara global sejak debutnya. Angka itu sangat kecil jika dibandingkan dengan seri Phone (4a) yang mulai dijual akhir Maret 2025 dan berhasil mencatat penjualan kumulatif 150.000 unit di luar India.

Sepanjang tahun 2025, Nothing mengklaim telah mengirimkan dua juta perangkat, didorong oleh lini ponsel murah. Sebelumnya, CEO Nothing Carl Pei mengatakan penjualan Phone (4a) melampaui target awal. Namun data baru ini mengindikasikan permintaan melambat drastis setelah gelombang pertama.

Pasar India Jadi Penyelamat, Audio Tetap Stabil

Nothing masih menikmati pertumbuhan solid di India. Menurut laporan, Google Pixel dan Nothing menjadi merek ponsel pintar dengan pertumbuhan tercepat di pasar tersebut. Produk audio seperti Nothing Ear (3a) juga terus memberikan pendapatan stabil.

Namun, ekspansi global Nothing terhambat. Langkah ini mengingatkan pada keputusan OnePlus yang meredupkan ambisi globalnya beberapa waktu lalu, terutama akibat dampak “RAMageddon” – krisis oversupply chip dan memori yang membuat banyak merek China menahan ekspansi.

Tanggapan Resmi Nothing

Dalam pernyataan singkat, Nothing membantah detail laporan Digit.in yang menyebutkan akan keluar dari pasar global. “Kami tidak akan meninggalkan pasar mana pun,” tulis perwakilan Nothing. Namun, perusahaan mengakui adanya perampingan organisasi dan beberapa PHK sebagai bagian dari efisiensi.

Hingga berita ini diturunkan, Nothing belum merilis daftar lengkap negara yang terdampak restrukturisasi. Pengguna di Indonesia belum mendapat informasi terkait kelanjutan layanan purna jual atau ketersediaan produk terbaru.

Bagi konsumen yang sedang mempertimbangkan membeli Nothing Phone, situasi ini perlu diwaspadai. Meskipun Nothing membantah hengkang, ketidakpastian di belakang layar bisa berdampak pada ketersediaan aksesori, pembaruan perangkat lunak, dan layanan garansi dalam jangka panjang. Pantau terus perkembangan resmi dari Nothing sebelum mengambil keputusan pembelian.

Bagikan
Sumber: 9to5google.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks