NAMROLE — Usia 18 tahun dimaknai Bupati Buru Selatan La Hamidi sebagai fase kedewasaan bagi daerah yang dimekarkan pada 2008 silam. Ia menyebut semangat para tokoh pemekaran harus terus dirawat, bukan sekadar seremoni tahunan.
"Ini adalah usia yang sudah beranjak dewasa. Semangat yang dibangun sejak masa pemerintahan pejabat hingga pemerintahan definitif harus terus kita jaga untuk menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat," ujar La Hamidi usai rangkaian peringatan HUT ke-18, Selasa (21/7/2026).
Hilirisasi Ubi Kayu: Lahan Inti di Fena Fafan Disiapkan
Salah satu program prioritas yang tengah digodok adalah hilirisasi ubi kayu. Pemerintah daerah saat ini masih menyelesaikan proses penetapan status lahan di wilayah Fena Fafan yang akan menjadi kawasan inti pengembangan.
Lahan plasma, menurut La Hamidi, berasal dari lahan milik masyarakat yang telah didata oleh penyuluh pertanian melalui pendataan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) di enam kecamatan. Skema ini merupakan kerja sama antara pemerintah daerah, pusat, BUMN, dan BUMD.
"Lahan inti harus dipersiapkan sebagai jaminan agar investasi dapat berjalan dalam jangka panjang," jelasnya.
Petani Disebut Siap, Tantangan Utama Partisipasi Warga
Bupati optimistis petani Buru Selatan mampu mendukung pengembangan komoditas ubi kayu lantaran tanaman tersebut sudah dikenal luas. Tantangan terbesar, menurutnya, bukan lagi kemampuan bertani, melainkan membangun kemauan dan partisipasi aktif masyarakat.
"Saya yakin petani kita siap. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana kita bersama-sama menyambut program ini karena manfaatnya sangat besar, mulai dari peningkatan ekonomi masyarakat, penciptaan lapangan kerja hingga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," katanya.
Komunikasi ke Pusat Digencarkan untuk Program Strategis
La Hamidi mengakui perubahan kebijakan penganggaran pemerintah pusat menjadi tantangan serius bagi realisasi visi-misi daerah. Meski demikian, Pemkab Buru Selatan terus membangun komunikasi intensif dengan pusat agar program-program nasional bisa hadir di wilayah tersebut.
"Kita tetap berusaha membangun komunikasi dengan pemerintah pusat agar berbagai program nasional bisa hadir di Kabupaten Buru Selatan untuk menjawab kebutuhan masyarakat," ujarnya.
Seruan Jaga Persatuan di Tengah Keterbatasan Fiskal
Di tengah tekanan ekonomi global dan nasional, Bupati mengajak masyarakat menghindari perpecahan. Ia menekankan energi lebih baik digunakan untuk hal produktif ketimbang saling menjatuhkan.
"Kita tidak perlu menghabiskan energi untuk saling menjatuhkan. Mari bersatu padu dan memberikan optimisme bagi daerah ini. Saya yakin Buru Selatan akan menjadi lebih baik pada masa yang akan datang," tegas La Hamidi.
Ia juga meminta kontribusi aktif dari petani, nelayan, aparatur sipil negara, hingga pelaku usaha. "Apapun yang dilakukan pemerintah tidak akan berhasil tanpa dukungan masyarakat. Karena itu mari kita lebih produktif, lebih proaktif, dan bersama-sama membangun Kabupaten Buru Selatan yang lebih maju," pungkasnya.