Langgur — Sektor perikanan masih menjadi tulang punggung ekonomi warga Kabupaten Maluku Tenggara. Wilayah yang didominasi lautan membuka peluang besar, baik untuk perikanan tangkap maupun budidaya. Pemerintah daerah pun terus menggelontorkan program yang menyasar langsung nelayan dan pembudidaya.
Rumput Laut: Primadona Baru Ekonomi Pesisir
Dari sekian banyak potensi, rumput laut kini menjadi sorotan utama. Ruslan A.G. Ingratubun mengungkapkan komoditas ini memiliki nilai ekonomi tinggi dan prospek pasar yang cerah.
“Perlu kita ketahui, komoditas unggulan Maluku Tenggara saat ini adalah rumput laut karena memiliki nilai ekonomi tinggi,” tutur Ingratubun dalam dialog yang disiarkan RRI Tual.
Tiga Program Prioritas untuk Nelayan
Dinas Perikanan setempat menjalankan tiga program prioritas untuk memperkuat sektor kelautan. Pertama, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) bagi nelayan dan pembudidaya. Kedua, pendampingan intensif terhadap kelompok nelayan agar usaha mereka lebih terarah dan produktif. Ketiga, penyediaan sarana dan prasarana pendukung yang memadai.
Seluruh program ini dirancang agar potensi laut yang melimpah tak hanya menjadi angka statistik, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pesisir.
Kolaborasi dengan Politeknik Perikanan
Untuk memastikan program berjalan efektif, Pemkab Maluku Tenggara menggandeng Politeknik Perikanan Negeri Maluku Tenggara. Kerja sama ini diharapkan mampu mendatangkan riset terbaru, pengembangan teknologi tepat guna, serta peningkatan kompetensi SDM di bidang perikanan.
Langkah ini menjadi bukti bahwa pemerintah tak bekerja sendiri. Sinergi dengan institusi pendidikan menjadi kunci agar sektor perikanan di Maluku Tenggara bisa naik kelas dan berdaya saing.