AMBON — Unpatti diminta mengambil peran nyata dalam program pengembangan kampung nelayan yang tengah dirancang pemerintah pusat. Kemenko Bidang Pangan menilai kampus ini punya posisi strategis karena Maluku adalah provinsi kepulauan dengan potensi kelautan yang belum digarap maksimal.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan ajakan ini langsung di hadapan sivitas akademika saat memberikan kuliah umum di Kampus Unpatti Ambon. Dia menyebut salah satu kampus terbaik di kawasan timur ini diharapkan bisa berkontribusi dalam riset dan pengembangan sektor perikanan.
"Tentu kami siap bekerja sama dengan Unpatti dan universitas lainnya. Ini salah satu kampus terbaik," kata Zulkifli Hasan kepada wartawan, Rabu (2/9/2026) sore.
Bukan Sekadar Permukiman, Tapi Pusat Ekonomi Pesisir
Konsep kampung nelayan yang disiapkan pemerintah berbeda dari sekadar penataan rumah tinggal. Zulkifli menegaskan kawasan ini akan difungsikan sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat pesisir dengan fasilitas penunjang yang lengkap.
Sejumlah infrastruktur akan dibangun di kampung nelayan. Tidak hanya balai lelang dan cold storage, tetapi juga stasiun pengisian bahan bakar untuk kapal ikan (SPBN) serta bengkel perawatan kapal.
Cold Storage Jadi Kunci Perbaikan Daya Tawar Nelayan
Keberadaan tempat penyimpanan ikan menjadi perhatian utama dalam program ini. Saat ini nelayan kerap terpaksa menjual hasil tangkapannya dengan harga rendah karena tidak punya tempat penyimpanan ketika produksi sedang melimpah.
"Dengan adanya tempat penyimpanan, nelayan memiliki waktu dan daya tawar yang lebih baik dalam menjual hasil tangkapannya," ujarnya.
Kondisi ini tidak lepas dari angka NTN yang masih tertinggal cukup jauh dari sektor pertanian. Pemerintah mencatat NTN saat ini baru berada di kisaran 103, sementara nilai tukar petani sudah mencapai 127.
Apa yang Bisa Dikerjakan Unpatti?
Kolaborasi dengan perguruan tinggi diharapkan tidak berhenti pada seremonial. Ada tiga bidang yang bisa dikerjakan Unpatti bersama pemerintah:
- Penguatan kelembagaan kelompok nelayan agar pengelolaan kampung berjalan berkelanjutan
- Teknologi penyimpanan dan pengolahan hasil tangkapan agar nilai jual meningkat
- Pengembangan potensi ekonomi pesisir termasuk riset yang mendukung program ekonomi biru
Zulkifli menambahkan, Maluku dan wilayah timur lain dibutuhkan dukungan kampus untuk mengembangkan nilai ekonomi blue carbon. Ini membuka peluang riset dan pendampingan yang lebih luas bagi Unpatti ke depan.
Pemerintah menegaskan target pengembangan kampung nelayan bukan hanya menaikkan produksi perikanan. Yang lebih penting, kata dia, adalah memperkuat rantai nilai sehingga pendapatan masyarakat pesisir ikut naik seiring perbaikan fasilitas.