AMBON — Angka pendataan bansos digital di Kota Ambon masih jauh dari target. Hingga saat ini, baru 23.414 kepala keluarga yang terdata, atau sekitar 19,45 persen dari total sasaran 120.396 KK.
Program ini merupakan percontohan digitalisasi bansos yang melibatkan 524 agen aktif. Mereka bertugas memastikan data masyarakat tercatat dengan benar melalui verifikasi langsung ke rumah-rumah warga.
Ujung Tombak di Lapangan
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kota Ambon Ronald Lekransy menyebut para agen sebagai kunci utama keberhasilan program. "Mereka adalah ujung tombak keberhasilan program ini karena setiap hari turun langsung melakukan verifikasi data masyarakat," ujarnya di Ambon, Sabtu.
Ia menambahkan, kehadiran agen tidak hanya soal akurasi data, tetapi juga membangun kepercayaan warga terhadap transformasi pelayanan publik berbasis digital. Proses pendataan disebut terus menunjukkan perkembangan positif meski program baru berjalan dalam waktu singkat.
Data Akurat untuk Kebijakan Sosial
Pemkot Ambon berharap digitalisasi bansos mampu mempercepat pelayanan administrasi sekaligus meningkatkan ketepatan sasaran penyaluran bantuan. Data hasil verifikasi lapangan akan menjadi dasar penyusunan kebijakan sosial dan ekonomi daerah.
"Melalui data yang diperbarui secara berkala, pemerintah memiliki landasan lebih kuat dalam mengambil keputusan dan menyusun program pembangunan yang benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat," kata Ronald.
Warga yang Belum Terdata Diminta Segera Lapor
Ronald mengajak warga yang belum tercatat untuk segera berkoordinasi dengan agen pendataan atau pemerintah desa dan kelurahan. Menurutnya, keberhasilan program membutuhkan dukungan seluruh masyarakat karena data kependudukan yang akurat menjadi fondasi pelayanan publik yang efektif, transparan, dan tepat sasaran.
Target 120.396 KK sendiri mencakup seluruh kepala keluarga di Kota Ambon yang menjadi sasaran program bansos. Pemkot menargetkan pendataan rampung dalam waktu dekat agar penyaluran bantuan bisa lebih tepat sasaran.