MALUKU — Sunaryanto, yang akrab disapa Anto, bukanlah pendatang baru di lingkungan Pertamina. Sebelum memimpin PHE, ia menjabat sebagai Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) untuk periode 2024–2026. Kariernya di grup migas pelat merah ini terbilang panjang, terutama di divisi teknis yang menjadi tulang punggung operasi pengeboran.
Pria lulusan Teknik Mesin Universitas Indonesia ini pernah menjabat sebagai Vice President Drilling & Well Intervention di PHE pada 2020–2024. Dalam peran tersebut, ia bertanggung jawab langsung mengawal program pengeboran dan intervensi sumur untuk menopang target produksi migas nasional.
Jejak Karier dari Lapangan Hingga Kantor Pusat
Sebelum duduk di kursi direksi, Anto juga pernah menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Pjs.) General Manager PT Pertamina Hulu Mahakam pada 2020. Ia lalu dipercaya sebagai Executive Vice President Operations East Kalimantan di perusahaan yang sama pada 2018–2020. Pengalaman teknisnya makin matang saat ia memulai karier di Total E&P Indonesie, kontraktor Blok Mahakam sebelum akhirnya beralih kelola ke Pertamina.
Dengan latar belakang operasional yang kuat, Sunaryanto dinilai tepat untuk memimpin PHE yang mengelola puluhan blok migas di dalam dan luar negeri. Ia menggantikan Awang Lazuardi yang sebelumnya memegang kendali di subholding upstream tersebut.
Posisi Baru: Wakil Direktur Utama PHE
Selain mengganti direktur utama, pemegang saham juga mengangkat Virano G. Nasution sebagai Wakil Direktur Utama PHE. Ini merupakan posisi yang sebelumnya tidak ada dalam struktur organisasi subholding upstream Pertamina. Kehadiran jabatan wakil dirut ini menandai upaya korporasi untuk memperkuat hierarki pengambilan keputusan di tengah tantangan operasional hulu migas yang kompleks.
Langkah ini juga bisa dibaca sebagai persiapan PHE menghadapi target produksi yang ambisius di tahun-tahun mendatang. Dengan tambahan satu lapis pimpinan, diharapkan proses eksekusi proyek pengeboran dan pengelolaan aset bisa berjalan lebih cepat dan terukur.
Mutasi di jajaran direksi PHE menjadi perhatian pelaku industri karena perusahaan ini mengelola kontribusi signifikan terhadap produksi minyak dan gas bumi Indonesia. Kepemimpinan baru diharapkan mampu menjaga momentum produksi sembari menjalankan program efisiensi dan eksplorasi blok-blok baru.