MALUKU — Kabar kurang menggembirakan datang dari kubu Brasil di Piala Dunia 2026. Raphinha, winger andalan Tim Samba, harus menepi setelah mengalami cedera di tengah turnamen. Pelatih Brasil kini mencari alternatif di sisi sayap untuk laga-laga krusial.
Semangat pemain berusia 28 tahun itu tak surut. Ia bertekad melakukan segala cara agar bisa kembali membela Brasil sebelum Piala Dunia berakhir. Proses pemulihan dijalani dengan disiplin tinggi di bawah pengawasan tim medis.
Target Comeback di Fase Gugur
Manajemen tim Brasil belum mengonfirmasi durasi pasti cedera Raphinha. Sumber internal menyebut cedera itu tidak separah yang dikhawatirkan. Peluang pemulihan dalam dua pekan dinilai masih terbuka lebar.
Jika target tercapai, Raphinha berpotensi tampil pada fase gugur. Brasil masih memiliki laga penyisihan grup sebelum melangkah ke babak knockout. Kehadirannya menjadi suntikan moral bagi skuad.
Peran Vital di Sisi Sayap
Sejak debut di tim senior Brasil, Raphinha menjelma sebagai penggedor di sektor sayap kanan. Kecepatan, dribel, dan umpan silangnya menjadi senjata utama Brasil membongkar pertahanan lawan. Absennya pemain Barcelona itu jelas meninggalkan lubang di skema serangan.
Pelatih Brasil kini harus memutar otak. Nama-nama seperti Vinicius Junior dan Rodrygo menjadi kandidat pengisi posisi Raphinha. Adaptasi peran tetap diperlukan agar transisi berjalan mulus.
Doa dan Dukungan dari Rekan Setim
Rekan-rekan setim di timnas Brasil memberikan dukungan penuh. Mereka berharap Raphinha pulih tepat waktu dan kembali memperkuat tim di momen penting. Soliditas skuad menjadi kunci menghadapi tekanan di Piala Dunia.
Brasil masih memiliki kedalaman skuad yang mumpuni. Namun, kehilangan pemain sekaliber Raphinha tetap menjadi pukulan tersendiri. Kini semua mata tertuju pada progres pemulihannya dalam beberapa pekan ke depan.