TUAL — Penghargaan itu diraih dalam klasifikasi daerah dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kecil. Wali Kota Tual, Akhmad Yani Renuat, menegaskan bahwa prestasi ini tidak bisa disamakan dengan daerah yang memiliki kapasitas fiskal besar.
Koordinasi Lintas Sektor Jadi Kunci Tekan Inflasi
Keberhasilan Kota Tual mengendalikan inflasi tidak lepas dari koordinasi lintas sektor yang solid. Pemerintah daerah disebut mampu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan daya beli masyarakat melalui langkah cepat dalam mengamankan pasokan pangan.
“Penghargaan ini diberikan berdasarkan klasifikasi APBD kecil yang tentunya tidak bisa disamakan dengan daerah yang memiliki APBD besar,” ujar Renuat, Sabtu (30/5/2026).
Bersaing dengan Empat Provinsi, Tual Juara Satu
Dalam kategori tersebut, Kota Tual bersaing dengan daerah dari empat provinsi. Meski secara fiskal memiliki keterbatasan, kota ini berhasil unggul di tingkat regional Maluku dan Nusa Tenggara.
Penghargaan ini diraih di bawah kepemimpinan Wali Kota Akhmad Yani Renuat bersama Wakil Wali Kota, Amir Rumra. Keduanya berkomitmen mempertahankan prestasi tersebut ke depan.
Insentif Rp3 Miliar untuk Perkuat Stabilitas Harga
Dana insentif fiskal sebesar Rp3 miliar dari Kemendagri akan digunakan untuk memperkuat program pengendalian inflasi di Kota Tual. Pemerintah daerah belum merinci alokasi spesifik dari dana tersebut, namun dipastikan akan difokuskan pada pengamanan pasokan pangan dan menjaga daya beli masyarakat.
Pencapaian ini menjadi catatan penting bagi daerah dengan APBD kecil di Indonesia timur. Kota Tual membuktikan bahwa keterbatasan fiskal bukan halangan untuk meraih prestasi di tingkat nasional.