MALUKU TENGAH — Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Sadali Ie, membuka Festival Ketupat Dusun Telaga Kodok 2026 di Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, pada Sabtu (30/5/2026). Festival yang mengusung tema “Datang sebagai Tamu, Pulang sebagai Keluarga” ini menjadi ajang kelima kalinya sejak pertama kali digelar pada 2022.
Sadali mewakili Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa yang berhalangan hadir karena agenda kedinasan. Dalam sambutan tertulis yang dibacakannya, Gubernur menitipkan salam hormat kepada seluruh warga Dusun Telaga Kodok dan mengapresiasi konsistensi masyarakat dalam melestarikan tradisi pasca-Iduladha.
Bukan Sekadar Wisata, Tapi Simbol Persaudaraan
Gubernur menegaskan bahwa Festival Ketupat bukanlah agenda wisata biasa. Tradisi ini, kata dia, merupakan simbol kuat persaudaraan dan semangat hidup orang basudara yang diwariskan leluhur.
“Festival Ketupat merupakan bagian dari sukacita masyarakat pasca-perayaan Iduladha yang bukan sekadar agenda budaya dan wisata. Lebih dari itu, festival ini menjadi simbol kuat persaudaraan, kebersamaan, dan semangat hidup orang basudara yang telah diwariskan oleh para leluhur di Maluku,” demikian kutipan sambutan Gubernur yang dibacakan Sadali.
Bagaimana Festival Ini Bermula dan Berkembang?
Festival Ketupat Dusun Telaga Kodok berawal dari inisiatif masyarakat setempat untuk melestarikan tradisi pasca-Iduladha. Dalam lima tahun terakhir, acara ini terus berkembang dan mendapat sambutan positif, tidak hanya dari warga lokal tetapi juga pengunjung dari berbagai daerah.
Konsistensi pelaksanaan festival menunjukkan komitmen warga Dusun Telaga Kodok dalam menjaga warisan leluhur sekaligus memperkenalkan semangat hidup orang basudara kepada generasi muda. Nilai-nilai seperti toleransi, gotong royong, dan solidaritas sosial menjadi modal utama dalam menjaga keharmonisan masyarakat Maluku.
Dukungan Pemprov dan Potensi Pariwisata ke Depan
Pemerintah Provinsi Maluku memberikan apresiasi kepada masyarakat Dusun Telaga Kodok, pemerintah negeri, para raja, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, panitia penyelenggara, serta Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah yang berkolaborasi menyukseskan festival.
Pemprov menilai festival ini memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya dan masyarakat. Harapannya, Festival Ketupat Dusun Telaga Kodok dapat terus berkembang menjadi agenda wisata budaya unggulan yang mampu menarik wisatawan lokal, nasional, hingga mancanegara.
“Perbedaan yang kita miliki bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan yang mempersatukan kita dalam membangun Maluku yang maju, inklusif, berdaya saing, dan sejahtera,” ujar Sadali saat membacakan sambutan Gubernur.