AMBON — Guncangan gempa bumi tektonik tercatat di wilayah Maluku pada Senin (25/5/2026) pukul 12.21 WIT. Pusat gempa berada di titik koordinat laut, tepatnya di Laut Banda, sekitar 80 kilometer arah tenggara Kota Ambon.
Berdasarkan data sementara, gempa bumi ini memiliki magnitudo 4,0 dengan kedalaman hiposentrum mencapai 529 kilometer. Kedalaman yang ekstrem ini membuat energi getaran tidak sampai ke permukaan secara signifikan.
Mengapa Getaran Tak Terasa oleh Warga?
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan dari warga yang merasakan guncangan gempa tersebut. BMKG menjelaskan bahwa gempa dalam (deep earthquake) dengan kedalaman lebih dari 300 kilometer biasanya tidak menimbulkan guncangan yang terasa di permukaan.
“Gempa dengan kedalaman 529 km, energinya sudah sangat teredam saat merambat ke atas. Ini yang menyebabkan getaran tidak sampai ke daratan,” demikian penjelasan petugas piket BMKG setempat dalam siaran resmi.
Dampak dan Potensi Tsunami
BMKG memastikan gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Masyarakat di pesisir Kota Ambon dan sekitarnya tidak perlu panik atau melakukan evakuasi.
Meski getaran tidak terasa, BMKG tetap mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi gempa bumi susulan yang mungkin terjadi. Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat peristiwa tersebut.
Karakteristik Gempa Bumi Dalam di Maluku
Wilayah Maluku, khususnya Laut Banda, memang dikenal sebagai zona seismik aktif. Gempa bumi dalam kerap terjadi akibat aktivitas penunjaman lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia di kedalaman ratusan kilometer.
Fenomena ini merupakan siklus alamiah yang sering terjadi di kawasan timur Indonesia. Masyarakat diimbau untuk selalu merujuk pada informasi resmi dari BMKG dan tidak mudah percaya pada berita hoaks yang beredar.