AMBON — Guncangan gempa bumi terasa di sebagian wilayah perairan Tanimbar pada Kamis (21/5) sekitar pukul 08.12 WIT. Berdasarkan data BMKG Kelas I Puncang Karang Panjang Ambon, episenter gempa berada di koordinat 6,06 Lintang Selatan dan 130,47 Bujur Timur.
Pusat gempa berlokasi sekitar 231 kilometer arah barat laut perairan Tanimbar. BMKG mencatat kedalaman gempa mencapai 137 kilometer, menjadikannya gempa bumi berkedalaman menengah yang umumnya getarannya tidak terlalu merusak di permukaan.
Penyebab Gempa dan Mekanisme Sesar
Gempa ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia di Laut Banda. Mekanisme sesar naik (thrust fault) biasa terjadi di zona tumbukan lempeng aktif di kawasan timur Indonesia.
"Gempa dengan kedalaman 153 kilometer dan tak berpotensi tsunami," tulis akun resmi BMKG di media sosial, merujuk pada parameter terkini yang dirilis instansi tersebut.
Belum Ada Laporan Kerusakan atau Korban
Hingga berita ini diturunkan, otoritas setempat belum menerima laporan mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa. Wilayah Kepulauan Tanimbar memang kerap mengalami guncangan gempa karena berada di jalur cincin api Pasifik.
BMKG mengimbau masyarakat di pesisir Tanimbar dan sekitarnya tetap tenang serta tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga diminta memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG.
Bagaimana Warga Harus Bersikap Saat Gempa Terjadi?
Untuk gempa dengan kekuatan sedang seperti ini, langkah pertama adalah tetap di tempat dan berlindung di bawah meja kokoh hingga guncangan berhenti. Jika berada di dalam rumah, hindari jendela kaca dan benda yang mudah jatuh.
Bagi warga yang berada di pesisir, biasakan menjauhi pantai setelah gempa meski belum ada peringatan tsunami. Kebiasaan ini penting mengingat wilayah Maluku termasuk zona rawan gempa bumi dan tsunami.