AMBON — Sekretaris Daerah Maluku Sadli Ie membuka pelatihan instruktur daerah Sensus Ekonomi di sebuah hotel di Ambon, Senin (11/5). Pelatihan ini menjadi langkah awal untuk memastikan kesiapan petugas lapangan di 11 kabupaten dan kota yang tersebar di wilayah kepulauan.
“Hampir 93 persen wilayah Maluku yang adalah kepulauan tentu memberikan tantangan tersendiri dalam melakukan pendataan. Namun kami percaya dengan koordinasi dan kolaborasi serta kesiapan SDM yang handal, seluruh tantangan tersebut dapat dilewati,” kata Sadli dalam sambutannya.
Mengapa Sensus Ekonomi Penting untuk Maluku?
Sensus Ekonomi 2026 bertujuan mendata seluruh aktivitas usaha secara menyeluruh, kecuali sektor pertanian. Data ini akan memetakan struktur ekonomi nasional sekaligus menyajikan informasi terkini, termasuk perkembangan ekonomi digital di daerah kepulauan.
Pemerintah pusat akan menggunakan hasil sensus sebagai basis data untuk menyusun kebijakan pembangunan, perencanaan APBN, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Bagi Maluku, data ini krusial untuk melihat potensi dan karakteristik usaha di wilayah yang didominasi laut.
Instruktur Daerah Jadi Kunci Keseragaman Data
Sadli menegaskan bahwa pelatihan bagi instruktur daerah sangat penting untuk menciptakan keseragaman pemahaman teknis di lapangan. Para peserta diminta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh agar nantinya mampu menjadi instruktur yang handal bagi petugas di masing-masing wilayah kerja.
“Pak gubernur juga meminta para instruktur daerah untuk memanfaatkan kesempatan ini memperdalam pemahaman terkait konsep, definisi, metodologi, dan mekanisme pendataan. Bangun komunikasi dan koordinasi agar berjalan efektif dan efisien,” tegasnya.
Harapan Data Akurat untuk Pembangunan Daerah
Pemprov Maluku optimistis sinergi lintas sektor mampu mengatasi hambatan geografis. Sadli berharap seluruh data yang dihasilkan nantinya menjadi dasar setiap perencanaan pembangunan daerah ke depan.
“Saya optimis dengan sinergi lintas sektor maka seluruh tahapan pelaksanaan sensus akan berjalan aman, tertib, dan sukses. Kami juga berharap masyarakat dapat memberikan data yang benar dan akurat bagi petugas,” pungkasnya.
Sensus Ekonomi 2026 akan melibatkan ribuan petugas lapangan yang tersebar di seluruh Maluku. Wilayah kepulauan seperti Kepulauan Aru, Maluku Tenggara Barat, dan Seram Bagian Timur diprediksi menjadi zona dengan tantangan akses paling berat.