TERNATE — Operasi kemanusiaan di lereng Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, terus dipacu menyusul jatuhnya korban jiwa akibat erupsi. Tiga pendaki dipastikan meninggal dunia, sementara belasan lainnya dievakuasi tim gabungan melewati medan ekstrem yang diselimuti material vulkanik.
Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Doddy Triwinarto mengonfirmasi bahwa pengerahan personel tambahan ini merupakan perintah langsung Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. TNI AD bergerak cepat menyisir lokasi demi memastikan seluruh penyintas segera keluar dari zona merah.
Perkuatan Personel di Medan Ekstrem
Kodam XV/Pattimura menerjunkan satu pleton Kodim Tobelo, satu regu Koramil Galela, dan satu pleton Yonif 732 untuk mempercepat penanganan. Pasukan ini memperkuat tim SAR yang telah berjibaku di lokasi sejak awal erupsi terjadi.
“Kasad memerintahkan kami mengerahkan seluruh potensi satuan jajaran Kodam XV/Pattimura guna mendukung operasi kemanusiaan penanganan dampak erupsi Gunung Dukono,” tegas Mayjen Doddy di Ternate, Minggu.
Operasi ini melibatkan kolaborasi lintas instansi, mencakup satu pleton Brimob, personel Polres Halmahera Utara, serta satu regu Basarnas. Sekitar 20 warga lokal yang menguasai jalur pendakian turut dilibatkan untuk mempercepat penyisiran di titik-titik rawan.
Identitas dan Kondisi Korban
Data lapangan mencatat total 20 pendaki berada di kawasan gunung saat erupsi, terdiri atas 11 warga negara Indonesia (WNI) dan sembilan warga negara asing (WNA). Sebanyak 17 orang dinyatakan selamat, namun tiga lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Korban tewas meliputi satu WNI dan dua WNA. Sementara itu, 10 WNI penyintas telah dipulangkan ke keluarga, dan tujuh WNA yang selamat kini berada di Kota Ternate untuk persiapan penerbangan menuju Jakarta.
Mayjen Doddy menekankan bahwa keselamatan tim gabungan tetap menjadi prioritas utama. Mengingat aktivitas vulkanik Dukono masih fluktuatif, setiap pergerakan personel dilakukan dengan perhitungan taktis matang agar tidak menambah risiko jatuh korban.
Situasi Pemukiman dan Mitigasi Abu
Hingga saat ini, erupsi belum menyentuh kawasan pemukiman sehingga otoritas belum mengeluarkan instruksi pengungsian massal. Meski demikian, ancaman hujan abu vulkanik masih membayangi desa-desa di sekitar lereng gunung.
Masyarakat diimbau mengenakan masker dan pelindung mata saat beraktivitas di luar ruangan. TNI AD berkomitmen terus bersiaga di lokasi hingga operasi kemanusiaan ini dinyatakan tuntas sepenuhnya oleh otoritas terkait.
“TNI AD melalui Kodam XV/Pattimura akan terus hadir membantu masyarakat dan mendukung penuh seluruh proses operasi kemanusiaan hingga dinyatakan selesai,” pungkas Pangdam.