AMBON — Kapal Negara (KN) SAR Bharata akhirnya tiba di Dermaga BRIN Ambon pada Senin (6/5/2024) pagi sekitar pukul 07.00 WIT. Kapal milik Basarnas tersebut membawa 13 orang yang menjadi korban kecelakaan laut di perairan Maluku Tengah. Seluruh korban dilaporkan dalam kondisi selamat meski sempat terombang-ambing di wilayah terpencil.
Kecelakaan ini menimpa KLM Cajoma V, sebuah kapal pinisi yang sedang dalam pelayaran lintas provinsi. Kapal tersebut mengalami kebocoran serius setelah dihantam gelombang tinggi pada Sabtu (4/5/2024) malam sekitar pukul 21.55 WIT. Lokasi kejadian berada di perairan Kecamatan Teun Nila Serua (TNS), sebuah wilayah yang dikenal memiliki karakteristik laut yang cukup menantang saat cuaca buruk melanda.
Sinyal Darurat EPIRB Percepat Proses Evakuasi di Tengah Laut
Keberhasilan operasi penyelamatan ini tidak lepas dari berfungsinya alat pemancar sinyal marabahaya atau Emergency Position Indicating Radio Beacon (EPIRB). Sebelum kapal benar-benar tenggelam, kru kapal sempat mengaktifkan alat tersebut. Sinyal darurat ini kemudian ditangkap oleh Basarnas Command Centre (BCC) di pusat dan segera diteruskan ke Kantor SAR Ambon.
Kepala Kantor SAR Ambon, Muhamad Arafah, mengonfirmasi bahwa koordinat pasti kapal langsung terdeteksi berkat teknologi tersebut. "Usai menerima informasi koordinat dari BCC, kami langsung mengerahkan Tim Rescue menggunakan KN SAR Bharata menuju lokasi kejadian pada Minggu (5/5/2024) dini hari," jelasnya.
Posisi kapal saat itu berada pada koordinat 6°36’4.38? S – 129°36’18.24? E. Jaraknya mencapai 200 Nautical Mile dengan arah Tenggara dari Dermaga BRIN Ambon. Jarak yang cukup jauh ini menuntut ketahanan personel dan armada dalam menembus cuaca buruk yang masih membayangi perairan Maluku.
Penumpang Sempat Menyelamatkan Diri Menggunakan Sekoci ke Pulau Nila
Sebelum bantuan dari Ambon tiba, para penumpang dan awak kapal telah melakukan prosedur penyelamatan mandiri. Berdasarkan koordinasi intensif antara Basarnas dengan pemilik kapal, diketahui bahwa seluruh orang di atas kapal berhasil keluar sebelum KLM Cajoma V tenggelam sepenuhnya.
Mereka menggunakan sekoci untuk menyelamatkan diri dan mengarahkan haluan menuju daratan terdekat, yakni Pulau Nila. Di pulau tersebut, para korban berlindung sementara waktu sembari menunggu jemputan tim SAR. Strategi penyelamatan mandiri ini dinilai krusial dalam menjaga keselamatan seluruh nyawa di tengah kondisi laut yang ekstrem.
KN SAR Bharata berhasil mencapai titik evakuasi di Pulau Nila pada Minggu (5/5/2024) sore pukul 16.27 WIT. Proses pemindahan korban dari daratan ke atas kapal negara berlangsung lancar sebelum akhirnya kapal bertolak kembali menuju Kota Ambon untuk proses serah terima.
Daftar Lengkap 13 Korban Selamat Kapal Pinisi KLM Cajoma V
Operasi SAR ini resmi ditutup setelah seluruh korban tiba di Ambon dan mendapatkan perawatan awal. Berikut adalah data lengkap para awak dan penumpang yang berhasil diselamatkan:
- Muhammad Bayu (Captain)
- Kelvin Glendi Ezra Manoppo (Mualim)
- Jhony Merin (Juru Mudi)
- Gustavo Tampi (KKM)
- Achmad Thoifurrohman (Masinis)
- Fernando Anus Kasur (HK Service 1)
- Dede Rohim (HK Service 2)
- Erwin (Boatman 1)
- Junaedi (Compressor Man)
- Dede Yusuf Pratama Putra (Cadet)
- Nofri Labagne (Penumpang)
- Agustinus Albu (Penumpang)
- Joana Vivivan (Penumpang)
Pihak Basarnas Ambon mengimbau kepada seluruh operator kapal untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca di perairan Maluku yang seringkali terjadi secara mendadak. Penggunaan alat keselamatan seperti EPIRB terbukti menjadi faktor kunci dalam percepatan respons penanganan kecelakaan di laut lepas.